• +62 811 2030 360
  • verdant.stu@gmail.com

Tag Archive konstruksi rumah baileo maluku

Rumah Adat Baileo Maluku

Jika kemarin membahas rumah adat Bangsal Kencono yang berasal dari daerah Yogyakarta. Kini, giliran mengulas rumah adat dari Maluku. Ya rumah ada itu bernama Baileo.

Baileo berasal dari kata balai yang berati gedung atau tempat pertemuan (Poerwadarminta, 1993). Menurut Cooley Baileo berasal dari kata Melayu yaitu Bale atau Balae yang memiliki arti tempat pertemuan (Cooley, 1962 dalam wattimena, 2009:25)

Rumah adat Maluku ini pada intinya dibuat tak berdinding, dikarenakan agar roh nenek moyang dapat dengan leluasa untuk masuk atau keluar rumah.

Baileo merupakan hasil budaya Maluku yang dimanifestasikan dalam bentuk arsitektur. Pendirian sebuah Baileo tentunya tidak dilakukan begitu saja, namun harus mengikuti aturan-aturan yang dianut dalam budaya Maluku, mulai dari pemilihan lokasi, pemilihan bahan, bentuk arsitektur hingga ornamen.

Bentuk Rumah

Memiliki bentuk rumah panggung atau rumah berkolong. Biasanya tidak berdinding kalaupun ada hanya setengahnya saja. Setengah lagi dibiarkan terbuka. Konstruksi tangga dan dinding baileo terbuat dari kayu. Lantainya dari papan dan atap terbuat dari daun rumbia atau daun sagu.

Bentuk arsitektur bagian-bagian Baileo Maluku dapat dijelaskan sebagai berikut:

1 Bagian bawah

Didirikan di atas tumpukan tanah yang agak tinggi, dibatasi dengan tumpukan batu atau beton sebagai penahan tanah. Terdapat tiang-tiang yang ditancapkan pada tanah. Jumlah tiang pada masing-masing Baileo bervariasi. Selain tiang-tiang induk, terdapat pula tiang tambahan yang diikatkan berimpit pada tiang induk. Gunanya untuk memperkuat tiang induk sebagai penopang seluruh bagian bangunan.

2. Bagian tengah

Bagian tengah bangunan adalah lantai dan dinding. Lantai Baileo umumnya terbuat dari papan yang diletakan di atas tiang-tiang kayu dengan menggunakan pasak kayu dan paku. Tinggi dinding kurang lebih 1 meter dari lantai.

3. Bagian atas

Bagian atas atau atap biasanya berbentuk tumpal atau segitiga sama kaki. Atap Baileo umumnya terbuat dari daun sagu atau daun rumbia. Konstruksi atap menggunakan bahan kayu dan bambu dengan pasak kayu, pasak besi, paku, atau dengan cara ikat tali ijuk.

Fungsi

Rumah adat Baileo ini tidak difungsikan sebagai bangunan hunian atau rumah tinggal. Tetapi sebagai bangunan umum tempat pertemuan atau musyawarah. Juga digunakan sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda suci, senjata atau pusaka peninggalan dari nenek moyang warga kampung tersebut.

Selain itu sebagai tempat untuk berkumpul seluruh warga untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi oleh masyarakat setempat.

Ciri Khas Baileo

1 Batu pamali

Batu yang digunakan untuk tempat untuk menyimpan sesaji. Biasanya diletakan di depan pintu tepat di muka pintu rumah baileo. Tujuan dari penempatannya adalah untuk menunjukan bahwa rumah itu merupakan balai adat. Sedangkan balai adat itu sendiri merupakan bangunan induk anjungan.

2. Tiang Penyangga

Rumah ini memiliki tiang-tiang penyangga yang berjumlah sembilan dan berada di bagian depan dan belakang. Jumlah ini menunjukan jumlah marga yang ada di desa yang bersangkutan.

3. Tiang Siwa Lima

Selain sembilan tiang penyangga, baileo juga memiliki lima tiang di sisi kanan dan kiri yang merupakan lambang Siwa Lima. Siwa Lima sendiri memiliki arti kita semua punya dan sebagai simbol persekutuan desa-desa di Maluku dari kelompok Siwa dan kelompok Lima

4. Ukiran

Terdapat banyak ukiran-ukiran bergambar dua ekor ayam berhadapan dan diapit oleh dua ekor anjing di sebelah kiri kanan. Posisi ukiran ini berada diambang pintu dan mempunyai arti tentang kedamaian serta kemakmuran.

Sumber: Marlyn Salhuteru Rumah Adat Baileo Di Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah, Prezi.com.

Open chat
1
Contact us
Powered by