Maluku, terdapat dua jenis rumah adat yang berasal dari sini. Dua jenis rumah adat tersebut yaitu rumah adat Baileo dan rumah adat Sasadu. Masing-masing memiliki keunikan seperti dari segi arsitekturnya. Rumah adat Baileo berbentuk panggung sedangkan rumah Sasadu dibangun dengan permukaan tanah sebagai lantainya.

Berikut ini rumah adat Maluku dan penjelasannya:

1. Rumah Adat Baileo

Baileo merupakan rumah adat yang paling terkenal di Maluku. Memiliki fungsi yang sangat penting. Bukan sebagai bangunan hunian atau tempat tinggal melainkan sebagai tempat pertemuan atau musyawarah.

Berasal dari kata balai yang berarti gedung atau tempat pertemuan (Poerwadarmita, 1993). Menurut Cooley, Baileo berasal dari kata Melayu yaitu Bale atau Balae yang memiliki arti tempat pertemuan.

Rumah adat maluku ini dibangun tak berdinding. Tujuannya agar roh nenek moyang dapat dengan leluasa untuk masuk atau keluar rumah.

Pendirian sebuah Baileo tak dapat dilakukan begitu saja. Tetapi harus mengikuti aturan-aturan yang dianut dalam budaya Maluku. Mulai dari pemilihan lokasi, pemilihan bahan, bentuk arsitektur sampai ornamen.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Baileo dan Keunikannya

2. Rumah Sasadu
https://bobo.grid.id/

Rumah adat Sasadu berasal dari Halmahera Barat, tepatnya di Maluku Utara. Nama Sasadu sendiri berasal dari kata sasa yang memiliki arti besar dan tatadus yang berarti berlidung. Jadi bisa disimpulkan sebagai rumah besar yang digunakan untuk berlindung.

Tak seperti kebanyakan rumah adat lainnya yang berbentuk panggung. Rumah Sasadu ini dibangun dengan permukaan tanah langsung menjadi lantainya. Bentuknya terdiri dari satu ruangan saja tanpa sekat. Tidak memiliki dinding sehingga terbuka dan yang terlihat hanya tiang-tiang penopang saja.

Material kayu yang digunakan untuk tiang berasal dari batang pohon sagu. Tiang penopang dihubungkan dengan menggunakan balok penguat. Tanpa menggunakan paku hanya direkatkan pada tiang dengan menggunakan pasak kayu.

Lantainya terbuat dari semen. Sementara itu, atapnya dari daun kelapa yang diikat bambu dan kerangka atapnya diikat dengan tali ijuk.

Jalan masuk ke rumah sedikitnya ada 6 jalan. Dua jalan masuk dan keluar untuk perempuan. Dua jalan khusus untuk laki-laki. Sisanya dua jalan lagi untuk para tamu yang berkunjung.

Fungsi dari rumah adat maluku ini sama seperti Baileo yaitu sebagai tempat untuk bermusyawarah.

Itulah dua rumah adat Maluku dan penjelasannya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan pengetahuan tentang rumah adat.

bobo.grid.id, verdant

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us