Rumah Tuo Rantau Panjang merupakan tempat tinggal suku Batin. Terletak di desa Rantau Panjang, kecamatan Tabir, kabupaten Merangin. Memiliki bentuk rumah panggung dengan usia bisa mencapai ratusan tahun.

Rumah ini merupakan warisan nenek moyang yang juga menjadi daya tarik tersendiri. Meskipun modernisasi desain rumah semakin berkembang, uniknya mereka masih tetap mempertahankan bentuk asli dari Rumah Tuo Rantau Panjang.

Seperti kebanyakan rumah adat pada umumnya yang menggunakan material kayu, begitupun dengan rumah ini. Perbedaannya terletak dalam proses pembangunannya tidak menggunakan paku sama sekali.

Bentuk Bangunan

Berbentuk panggung dengan beberapa tiang sebagai penyangganya. Desainnya memanjang ke samping yang dilengkapi dengan tangga tepat pada pintu masuk. Selain itu, terdapat juga jendela dengan ukuran besar.

Untuk bagian atap, dahulu terbuat dari ijuk. Tetapi seiring dengan perkembangan dan semakin sulitnya mencari bahan ijuk maka atap pun kini diganti dengan seng.

Keunikan

Keunikan dari rumah ini terletak pada pintu. Tingginya hanya satu meter, sehingga ketika akan masuk harus menunduk. Maknanya melambangkan kesopanan dan tata krama yang masyarakat lestarikan.

Selain keunikan, konstruksi rumah adat ini juga tahan terhadap guncangan gempa. Mengapa demikian? Karena adanya kayu Sendi sebagai bantalan tiang penyangga. Selain itu, keawetan lainnya terletak pada getah pohon ipuh yang mereka oleskan pada kayu setiap lima tahun sekali.

Baca juga: Rumah Tadah Alas

Mengutip dari meranginkab.go.id, dari sekian banyaknya rumah panggung desa Rantau Panjang, ada satu rumah yang menyita perhatian. Rumah tersebut terletak pada ujung kampung dan menjadi rumah paling tua dari deretan rumah panggung lainnya. Diperkiraan dibangun saat pertama kali pindah dari Kerajaan Koto atau perkiraan sekitar 700 tahun lalu.

Itulah penjelasan dari rumah adat Tuo Rantau Panjang. Semoga bermanfaat. Jika kalian mempunyai informasi tambahan silahkan tulis pada kolom komentar.

meranginkab.go.id, ruangguru.co, wikipedia.

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us