• +62 811 2030 360
  • verdant.stu@gmail.com

Rumah Gadang, Arsitektur Khas Minangkabau

Rumah Gadang, Arsitektur Khas Minangkabau

Puncak atapnya yang melengkung dan runcing menyerupai tanduk Kerbau inilah yang menjadi ciri khas dari rumah Gadang. Dahulu terbuat dari material ijuk sehingga bisa tahan sampai puluhan tahun. Namun dewasa ini, atapnya banyak berganti dengan atap seng.

Rumah yang memiliki sebutan lain Bagonjong ini memiliki daya tarik sendiri. Sempat tampil juga di balik uang koin 100 keluaran Bank Indonesia pada 1970-an silam.

Memiliki bentuk empat persegi panjang dan dibagi atas dua bagian, bagian muka dan belakang. Bagian muka biasanya penuh dengan ukiran ornamen bermotif akar, bunga, daun dan bidang persegi empat serta genjang. Sedangkan bagian belakang dilapisi dengan belahan bambu.

Konsep dari bangunan ini yaitu bertopang pada tiang kayu yang tidak ditanamkan ke dalam tanah, tetapi bertumpu diatas batu datar yang kuat dan lebar. Dengan ketinggian tiang mencapai 2 meter membuat penghuninya bisa merasakan keamanan dari serangan hewan buas pada zaman dahulu.

Selain aman terhadap serangan hewan buas, konsep ini juga sangat memperhatikan daerah Minangkabau yang rawan terhadap gempa karena berada di pegunungan Bukit Barisan. Sehingga konsep arsitektur ini terbilang aman dari gempa.

Mengapa aman terhadap gempa? Karena seluruh sambungan setiap pertemuan tiang dan kasau (kaso) besar tidak memakai paku. Namun memakai pasak yang juga terbuat dari kayu. Ketika gempa terjadi rumah akan bergeser secara fleksibel seperti menari di atas batu datar tempat tiang berdiri. Begitupula setiap sambungan yang dihubungkan oleh pasak kayu akan bergerak fleksibel.

Sumber: Wikipedia, 99.co

Rina Marlina

You must be logged in to post a comment.

Open chat
1
Contact us
Powered by