Kalimantan Tengah, Sebuah provinsi yang sangat kental dengan kebudayaan. Salah satunya bisa kita lihat dari banyaknya rumah adat yang berasal dari sini. Ada rumah adat Betang Tambaba, Betang Pasir Panjang, Betang Sei Pasah, Betang Desa Tumbang Bukoi, Betang Damang Batu dan Betang Toyoi.

Untuk lebih jelasnya langsung saja pada pembahasan rumah adat Kalimantan Tengah dan penjelasannya berikut ini:

1. Betang Tambaba

Material yang untuk membuat rumah adat ini yaitu berupa kayu ulin. Kayu yang memang sudah terkenal dengan kekuatannya dan tahan lama. Sehingga bangunan ini terbilang sangat kuat.

Saat ini rumah Betang Tambaba menjadi salah satu cagar budaya Kalimantan Tengah.

2. Betang Pasir Panjang

Rumah ini terletak di daerah Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah. Terbilang cukup mudah untuk menemukannya. Karena pada dasarnya masyarakat yang menempati wilayah ini merupakan masyarakat Dayak.

Memiliki bentuk rumah panggung dan panjang. Dahulu rumah ini ditempati oleh beberapa keluarga dayak. Filosofinya agar tercipta hubungan saling keterikatan dan solidaritas antar keluarga.

3. Betang Sei Pasah

https://www.borneos.id/

Sesuai dengan namanya yang diambil dari daerah asal. Rumah adat ini terletak di desa Sei Pasah, Kecamatan Kapuas Hilir, Kabupaten Kapuas.

Gambar tersebut merupakan rumah lama yang telah mengalami pemugaran kembali. Guna mempertahankan warisan budaya agar tetap lestari.

Letaknya di sebrang sungai Kapuas Murung dari arah Kuala Kapuas. Berjarak kurang lebih sekitar 200 meter.

4. Betang Desa Tumbang Bukoi

Rumah yang berada di Desa Tumang Bukoi, Mandau Tawalang ini meskipun telah mengalami pemugaran, tetapi masih menyesuaikan dengan aslinya.

Hal itu terbukti dari materialnya masih menggunakan kayu ulin. Desainnya pun masih tetap sama hanya tampilannya saja mengalami pembaruan.

5. Betang Damang Batu

Sama seperti rumah betang pada umumnya, rumah betang damang batu memiliki karakteristik yang sama. Bangunan ini mengarah langsung ke sungai Kahayan.

Mengutip dari beberapa sumber, pembangunannya sekitar tahun 1868 oleh Tamanggung Runjang yang merupakan penduduk tewah.

Rumah ini juga menjadi saksi kesepakatan Tumbang Anoi bahwa tak ada lagi tradisi mengayau atau headhunter. Apa itu mengayau atau headhunter? Yaitu tradisi saling bunuh dengan cara memenggal kepala seseorang dari sub-etnis dayak satu dan lainnya. Tradisi ini erat kaitannya dengan pemberi tumbal.

6. Betang Toyoi

Mengapa disebut rumah adat Betang Toyoi? Karena pendiri dari rumah ini bernama Toyoi Panji. Maka dari itulah namanya Rumah Betang Toyoi.

Kita bisa menemukannya di Desa Tumbang Malahoi, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas. Pembangunannya sekitar tahun 1817, menggunakan material kayu ulin tanpa paku. Untuk mengikat dan menyambung kayu-kayu tersebut hanya menggunakan pasak dan simpul.

Jika kamu berkunjung ke sana akan disambut dengan upacara adat Tapung Tawar. Masyarakat menyakini upacara tersebut bisa mengusir roh jahat sebelum masuk ke dalam rumah.

Itulah beberpa rumah adat kalimantan tengah dan penjelasannya. Semoga bisa menambah wawasan ilmu pengetahuan anda.

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us