Rumah adat Bulungan memiliki bentuk yang simetris dan formal. Berasal dari daerah Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, provinsi Kalimantan Timur.

Jika sudah mengetahui asal rumah adat ini tentu saja bisa ketebak asal usul namanya. Ya, nama Bulungan diambil dari daerah asalnya yaitu Kabupaten Bulungan.

Menurut beberapa sumber, rumah ini menggunakan gaya arsitektur kolonial. Yang merupakan gaya bangunan pada masa penjajahan Belanda.

Dari segi atap, pada bagian depan memiliki bentuk atap limas segitiga. Untuk bagian sisi kanan dan kirinya menggunakan gaya khas arsitektur Belanda pada tahun 1800-an yaitu The Empire Style yang berkesan megah.

Baca juga: Yuk Tengok Rumah Adat dari Suku Pasemah

Sementara itu, untuk bagian depannya juga terdapat pilar-pilar penyangga yang membuat bangunan terlihat semakin megah. Sehingga seperti bangunan rumah Belanda.

Meskipun bergaya kolonial tetapi tetap memasukan unsur lokal. Yaitu dengan menambahkan ukiran bergambar bunga atau tumbuhan. Fakta lainnya dari rumah ini yaitu memiliki ornamen bahasa arab. Sekaligus sebagai penanda bagaimana islam membawa pengaruh pada masyarakat Kalimantan Timur.

Dari segi warna menggunakan warna-warna cerah seperti kuning, merah dan hijau. Tentu saja pemilihan warna ini dipengaruhi oleh budaya melayu yang memang terkenal pada kalangan masyarakat Kalimantan Timur.

Fungsi dari rumah Bulungan yaitu sebagai tempat pertemuan penting dan upacara adat pada masa kesultanan Bulungan. Bukan untuk tempat tinggal.

takterlihat, Nyero.id polarumah

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us