Berbicara rumah adat Joglo, verdant sudah membahasnya secara umum. Mulai dari jenis-jenis rumah adat Joglo Jawa Tengah dan keterangannya. Atau keunikan rumah adat Joglo Jawa Tengah. Namun semua itu, tak lengkap bila belum membahas sisi sejarahnya.

Rumah tradisional yang berasal dari Jawa ini memiliki bentuk atap yang unik, yaitu berbentuk tajug. Bagi yang belum tau, tajug merupakan atap berbentuk piramida atau limas bujur sangkar yaitu dasar persegi empat sama sisi dan satu puncak.

Sejarah Bangunan Rumah Adat Joglo

Kita bahas mulai dari atap. Bagian atap rumah Joglo memiliki penopang empat tiang utama dengan nama Soko Guru. Jumlah ini mewakili adanya kekuatan yang mereka percaya berasal dari empat penjuru mata angin.

Berdasarkan konsep Soko Guru, manusia berada pada bagian tengah perpotongan arah mata angin tersebut. Titik perpotongan itu mempunyai sebutan Pancer atau Manunggaling Kiblat Papat.

Bagian-bagian Rumah Joglo

Rumah ini terbagi menjadi tiga bagian. Pertama, pendapa yaitu ruang untuk pertemuan. Kedua, ruang tengah atau pringgitan dan ketiga, ruang belakang (dalem) sebagai ruang keluarga.

Berikut ini penjelasan dari ketiga bagian tersebut.

1. Pendapa Rumah Joglo

Terletak pada bagian depan. Desainnya tanpa memiliki dinding, hal itu sesuai dengan karakter orang Jawa yang ramah dan terbuka. Ruangan yang memiliki fungsi sebagai tempat untuk menerima tamu ini biasanya tidak dilengkapi dengan meja atau kursi. Hanya terdapat gelaran tikar.

2. Ruang Pringgitan

Tempat pemilik rumah menyimbolkan diri sendiri sebagai bayang-bayang Dewi Sri. Simbol ini memiliki anggapan sebagai sumber kehidupan. Terletak antara pendapa dan dalem. Fungsinya sebagai tempat untuk menggelar pertunjukan wayang yang berkaitan dengan upacara adat.

3. Dalem atau Ruang Keluarga

Sebagai tempat tinggal keluarga, dalam ruangan ini terdapat kamar yang memiliki sebutan senthong. Dahulu, kamar hanya tiga bilik saja. Kamar pertama digunakan oleh laki-laki. Kedua dikosongkan dan ketiga dipakai untuk perempuan.

Kamar kedua ini meskipun kosong tetapi tetap ada tempat tidur dan peralatan lainnya. Memiliki sebutan krobongan yaitu ruang kosong untuk meyimpan pusaka dan sebagai ruang pemujaan terhadap Dewi Sri. Selain itu, bagian inilah yang paling suci.

Itulah sejarah rumah adat Joglo yang harus kamu tahu agar tetap lestari kebudayaan kita.

Kompasiana.com, Viva.co.id, Kalindoland

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us