Berbicara mengenai rumah adat Aceh, banyak sekali keunikan yang dapat kita temukan. Mengingat Aceh sangat kaya akan nilai filosofis dan estetis. Bisa kita lihat dari ornamen yang menghiasinya.

Yuk langsung saja kita kenali apa saja keunikan dari rumah adat Aceh!

1. Sambungan Bangunan Tanpa Menggunakan Paku

Rumah adat Aceh dalam proses pembangunannya selalu menggunakan bahan-bahan yang bersumber dari alam. Karena kehidupan sehari-hari masyarakatnya sangat dekat dengan lingkungan alam.

Bahkan masyarakat Aceh tidak pernah menggunakan paku untuk menyambung struktur bangunan satu dengan lainnya. Mereka biasanya memakai tali yang berasal dari kulit pohon waru, tali ijuk dan rotan.

2. Tata Letak Bangunan Menghadap Kiblat

Dalam menetukan bentuk dan tata letak, masyarakat tak lepas dari pengaruh nilai-nilai keislaman. Misalnya saja rumoh Aceh. Bangunannya menghadap ke arah timur dengan sisi belakangnya menghadap ke arah barat.

Dengan bangunan rumah menghadap kiblat, harapnnya agar masyarakat Aceh tidak lupa akan Tuhan dan selalu menjalankan perintahNya.

3. Tahan Terhadap Gempa

Struktur rumah adat Aceh terkenal tahan terhadap gempa. Seperti yang sudah dijelaskan di atas, rumah Aceh menggunakan tali untuk menyambungkan struktur bangunan satu dengan lainnya. Sehingga bisa lebih aman dari goncangan akibat adanya gempa bumi.

4. Pintu Sebagai Tanda Penghormatan

Keunikan lain dari rumah adat Aceh adalah memiliki ukuran pintu sekitar 120 sampai 150 cm. Bisa dikatakan lebih rendah dari tinggi manusia.

Hal ini bukan tanpa alasan. Sebab mereka memiliki tujuan agar tamu yang datang membungkukkan badan ketika akan masuk rumah. Sebagai tanda mengormati pemilik rumah.

Baca juga: Rumoh Santeut, Rumah Tradisional Sederhana Aceh

5. Gentong Air di Depan Rumah

Pada bagian depan rumah selalu diletakan gentong air. Sengaja mereka meletakannya agar tamu yang datang bisa membersihkan kaki dahulu sebelum memasuki rumah. Kegiatan membersihkan kaki ini memiliki makna tamu yang berkunjung harus memiliki niat yang baik.

6. Makna ukiran

Jika kita melihat motif ukiran dari ayat-ayat Al-Quran memiliki makna sebagai bentuk pengingat terhadap Tuhan.

Selain itu terdapat motif lainnya seperti motif flora baik akar, daun, batang atau bunga. Biasanya motif ini ditempatkan di tangga, dinding, tulak angen, kindang, balok pada bagian kap dan jendela rumah.

Sedangkan untuk fauna adalah binatang yang sering kita lihat dan disukai.

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us