Jika kita perhatikan rumah adat dari Kalimantan Barat bentuknya hampir sama, yaitu rumah panggung. Tetapi, untuk rumah adat Baluk ini cukup berbeda dari rumah lainnya. Perbedaan ini mungkin berdasarkan kontur tanah yang berupa perbukitan dan lembah.

Terletak di Kampung Sebujit, desa Hli Buie, kecamatan Siding, kabupaten Bengkayang. Menurut beberapa sumber, rumah ini masih terjaga keasliannya.

Bangunannya berbentuk bulat, posisinya cukup tinggi dari permukaan tanah. Yaitu sekitar 12 meter dengan diameter kurang lebih 10 meter. Penopangnya menggunakan tiang kayu yang berjumlah 20 buah.

Bagian tangga terbuat dari kayu Belian. Sementara itu, pegangannya dari bambu.

Kegunaan dari rumah adat Baluk yaitu sebagai tempat ritual untuk masyarakat dayak. Seperti ritual tahunan (nibak’ng) yang pelaksanaanya setiap tanggal 15 Juni.

Baca juga: Mengenal Nama-Nama Rumah Adat dari Pulau Kalimantan

Nibak’ng merupakan ritual suku dayak Bidayuh yang telah dilakukan secara turun temurun. Berisi permohonan berkat, sejahtera, kedamaian, ketentraman dan lain-lain.

Upacara tersebut hanya untuk kaum laki-laki sedangkan untuk wanita adat budaya tersebut bernama Nambok.

Terdapat 3 tingkatan rumah ini. Tingkatan pertama berisi tulang-tulang kepala binatang hasil buruan seperti, babi hutan, rusa dan lainnya. Selain itu, terdapat juga alat dapur, tempat menyimpan hasil ritual dan tempat menyimpan alat musik.

Tingkatan kedua, tampaknya tidak terlalu besar hanya sekitar 5×5 meter. Fungsinya sebagai penghubung lantai 1 dan 3 dan tempat menyimpan sebuah bedug atau sibakng.

Tingkatan ketiga, merupakan tempat sakral untuk melakukan ritual memandikan tengkorak dan tidak sembarangan orang yang berada di sana.

Terkahir, bubungan yaitu tempat kecil untuk menyimpan tengkorak kepala yang dikeramatkan dan dianggap sebagai penjaga kampung.

budaya-indonesia.org, ksmart-ini.com, padmagz.com

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us