Kamis, 25 Juni 2020, jalan-jalan keliling Sumatera yuk! Disini, kita tak hanya disuguhkan dengan wisata alamnya saja tetapi juga akan dimanjakan dengan wisata budaya.

Salah satu wisata budaya yang terbilang unik dan menarik adalah rumah adat. Mulai dari Aceh sampai Lampung pasti kita menjumpai rumah adat yang berbeda, walaupun sama-sama berada di Sumatera.

Bahkan rumah adat Gadang khas Minangkabau memiliki daya tarik yang luar biasa. Sempat tampil juga di balik uang koin Rp. 100 keluaran Bank Indonesia pada 1970-an silam.

Untuk lebih jelasnya, architecture.verdant.id akan merangkumnya dalam kumpulan rumah adat sumatera dan penjelasannya.

1. Aceh

Rumah Santeut

Rumoh Santeut atau terkenal juga dengan nama Tampong Limong merupakan salah satu rumah tradisional yang berasal dari Aceh. Biasanya dibangun oleh masyarakat yang tinggal di daerah perkampungan dan memiliki penghasilan yang rendah.

Bangunan ini menggunakan material yang berasal dari daerah Aceh dan mudah didapatkan. Atapnya terbuat dari daun rumbia, kemudian dindingnya dari susunan pelepah rumbia sedangkan untuk lantainya dari bambu belah.

Baca selanjutnya: Rumoh Santeut, Rumah Tradisional dari Aceh

2. Sumatera Utara

Rumah adat Pakpak

batak-network.blogspot.com

Rumah adat Pakpak ini memiliki bentuk yang khas dari material kayu dengan atap berbahan ijuk. Bentuk desain rumah adat ini selain sebagai wujud seni juga merupakan budaya Pakpak yang memiliki arti tersendiri.

Sama halnya dengan rumah tradisional lainnya di Sumatera Utara. Ciri khas terletak pada tangga rumah Pakpak selalu berjumlah ganjil, sebagai penanda bahwa yang punya rumah adalah warga asli suku tersebut.

Baca selanjutnya: Dari Manakah Asal Rumah Adat Pakpak

3. Sumatera Barat

Rumah Gadang

99.co

Puncak atapnya yang melengkung dan runcing menyerupai tanduk Kerbau inilah yang menjadi ciri khas dari rumah Gadang. Dahulu terbuat dari material ijuk sehingga bisa tahan sampai puluhan tahun. Namun dewasa ini, atapnya banyak berganti dengan atap seng.

Memiliki bentuk empat persegi panjang dan terbagi atas dua bagian, bagian muka dan belakang. Bagian muka biasanya penuh dengan ukiran ornamen bermotif akar, bunga, daun dan bidang persegi empat serta genjang. Sedangkan bagian belakang terlapisi dengan belahan bambu.

Baca selanjutnya: Rumah Gadang, Arsitektur Khas Minangkabau

4. Riau

Rumah Selaso Jatuh Kembar

polarumah.com

Istilah Selaso Jatuh Kembar memiliki arti rumah dengan dua selasar. Masyarakat Riau juga menyebut rumah adat ini dengan sebutan balai salaso Jatuh.

Dahulu, rumah adat ini berfungsi sebagai balai pertemuan adat. Kendati bukan untuk rumah tinggal, tetapi rumah ini tetap terbagi menjadi beberapa ruangan. Ada ruangan luas yang berfungsi untuk tempat bersila atau bermusyawarah. Ruangan untuk menyimpan benda-benda adat seperti alat musik tradisional dan perlengkapan tarian. Kemuadian ada juga anjungan, tempat tidur dan dapur.

Baca selanjutnya: Karakteristik Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar

5. Jambi

Rumah Adat Kajang Lako

https://aminama.com/
aminama.com

Rumah adat Kajang Lako atau Rumah Lamo merupakan sebutan tempat tinggal untuk orang Batin. Bubungannya berbentuk seperti perahu dengan ujung bubungan bagian atas melengkung ke atas. Tipologi rumah lamo berbentuk bangsal empat persegi panjang dengan ukuran panjang 12 m dan lebar 9 m. Bentuk empat persegi panjang maksudnya untuk mempermudah penyusunan ruangan yang disesuaikan dengan fungsinya.

Kajang Lako ini memiliki gaya seperti rumah adat Indonesia pada umumnya. Berupa rumah panggung. Uniknya, rumah ini desainnya tinggi. Karena memiliki fungsi untuk menghindari banjir dan serangan binatang buas.

Baca selanjutnya: Rumah Adat Kajang Lako dari Suku Batin Jambi

6. Bengkulu

Rumah Bubungan Lima

kumpulanilmu.com

Provinsi Bengkulu memiliki rumah adat bernama Rumah Bubungan Lima. Desain rumah ini seperti rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penopang. Bernama bubungan lima karena merujuk pada atap dari rumah panggung tersebut.

Secara umum, struktur Rumah Bubungan Lima terbagi menjadi 3 bagian. Bagian atas, bagian tengah dan bagian bawah

Baca selanjutnya: Struktur dan Susunan Ruang Rumah Bubungan Lima

7. Sumatera Selatan

Rumah Limas

indonesia.go.id

Hampir seluruh bangunan rumah terbuat dari kayu. Pemilihan bahan kayu karena menyesuaikan dengan karakter kayu dan kepercayaan masyarakat di Sumatera Selatan. Kayu yang digunakan pun merupakan kayu unggulan dan katanya hanya tumbuh subur di daerah Sumatera Selatan.

Bagian pondasi menggunakan kayu Unglen. Kayu ini juga memiliki struktur yang kuat dan tahan terhadap air. Untuk bagian kerangka terbuat dari kayu Seru. Cukup langka dan sengaja tidak digunakan untuk bagian bawah rumah. Mengapa demikian? karena dalam kebudayaan masyarakat kayu Seru dilarang untuk diinjak dan dilangkahi. Khusus dinding, lantai, jendela dan pintu menggunakan kayu Tembesu.

Baca juga: Lima Tingkatan Rumah Adat Limas Sumatera Selatan

8. Bangka Belitung

Rumah Adat Rakit Bangka Belitung

indonesiatraveler.id

Rumah adat yang mendapat pengaruh budaya Melayu Bubung Panjang ini masih sangat kental dengan unsur Tionghoa. Sebab, pada umumnya dibuat oleh orang Tionghoa.

Selain sebagai tempat tinggal, tujuannya yaitu sebagai tempat bisnis masyarakat dari atas air. Menarik bukan?

9. Lampung

Sesat Balai Agung

ksmtoure.com

Rumah adat Sumatera lainnya adalah Sesat Balai Agung atau Nuwo Sesat. Nuwo artinya rumah dan sesat berarti adat. Jadi rumah adat ini berfungsi sebagai balai pertemuan adat. Tempat para purwatin (penyimbang) mengadakan pepung adat (musyawarah). Maka dari itu balai ini juga memiliki sebutan Nuwo Sesat Balai Agung.

Tata ruangan pada rumah adat Nowou Sesat berdasarkan pada pola sosial yang ada dalam masyarakat setempat. Beberapa pembagian ruangannya adalah tepas, agung, kebik tengah, gaghang, dapur dan ganyang besi.

Itulah kumpulan rumah adat Sumatera dan penjelasannya yang berhasil kami rangkum. Semoga bermanfaat.

Architektur.verdant.id artikel.rumah123.com

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us