Ada 34 provinsi yang mendiami wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Setiap daerah memiliki suku bangsa dan kebudayaan yang berbeda satu dengan lainnya.

Misalnya saja Suku Tengger yang berasal dari sekitaran pegunungan Bromo, provinsi Jawa Timur. Penduduknya menempati sebagian wilayah Pasuruan, Lumajang, Probolinggo dan Malang.

Salah satu kebudayaan yang berasal dari sini yaitu rumah adat. Rumah tersebut berdiri dengan tidak ada tingkat, lurus sejajar dengan tanah. Memiliki ukuran lebar 4 sampai 8 meter dengan panjang 15 sampai 20 meter.

Material struktur dan konstruksinya terbuat dari kayu. Desainnya sendiri menyesuaikan dengan keadaan alam sekitar.

Baca Juga: Rumah Adat Jawa Timur dan Penjelasannya

Ciri -Ciri Rumah Adat Suku Tengger

Tak seperti kebanyakan rumah adat yang memiliki desain rumah panggung, rumah suku tengger ini desainnya berdiri sejajar dengan tanah.

Bubungan atapnya tinggi sehingga terlihat terjal. Sementara itu, untuk jendela hanya memiliki dua buah saja.

Dalam proses mendesain, masyarakat suku Tengger sangat memperhatikan lokasi. Sebisa mungkin harus dekat dengan air dan permukaan tanahnya rata. Selain itu juga yang jadi pertimbangan yaitu arah angin.

Ciri khas lainnya adalah terdapat balai-balai yang merupakan tempat duduk atau lebih mirip seperti dipan yang terletak di bagian depan rumah.

Pola yang Tidak Beraturan

Seperti yang sudah disebutkan, rumah ini bisa kita temukan di sekitar lereng gubung Bromo. Rumah-rumah tersebut tersusun secara bergerombol, saling berdekatan antara rumah satu dengan lainnya. Hanya terpisahkan oleh jalur pejalan kaki. Sangat sempit bukan?

Tetapi pembuatan pola demikian bukan tanpa alasan. Sengaja tersusun secara bergerombol agar menghindari serangan angin dan cuaca dingin yang ekstrim.

Netralnews bixardoc.com sipadu.isi-ska.ac.id

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us