Rumah Lanting berasal dari daerah pesisir sungai kota seribu sungai, Banjarmasin. Menurut beberapa sumber, kini rumah yang juga bisa berfungsi sebagai objek wisata ini sudah sangat jarang dimiliki warga.

Mengutip dari kompasiana, rumah ini merupakan rumah terapung dipinggir sungai dan tidak permanen. Proses pembuatan rumah ini pada prinsipnya sama dengan pembuatan perahu. Yaitu dapat terapung di atas air dan dapat berpindah sewaktu-waktu.

Rumah yang memiliki sebutan lain rumah geser ini memiliki ukuran sekitar 4 x 3 meter sampai 5 x 4 meter. Menyesuaikan dengan keperluan dan jumlah anggota keluarga dalam satu rumah.

Ciri-ciri

Memiliki pintu yang menghadap ke arah sungai dan daratan. Kemudian pada bagian sisi kiri dan kananya terdapat jendela kecil.

Karena posisinya terapung maka sekitar rumah terdapat jembatan kecil yang menghubungkan rumah satu dengan rumah lainnya. Selain itu, tentu saja berfungsi juga untuk menghubungkan rumah dengan daratan. Jembatan ini biasanya terbuat dari kayu ulin atau pohon kelapa.

Baca juga: Rumah Adat Angkola

Dari segi bubungan, rumah adat Lanting ini memakai atap pelana. Tipe tersebut biasanya digunakan untuk bangunan yang berada di daratan. Sebutan lain dari atap ini yaitu atap kampung. Dahulu terbuat dari daun rumbia, tetapi sekarang banyak yang beralih ke atap seng.

Ciri lainnya, memiliki landasan tiga balok kayu sebagai pelampung. Ditambah lagi dengan diikatkan pada tiang kayu yang menancap ke dasar sungai agar tidak hanyut terbawa air.

Kompas.tv, Kompasiana.com, nasional.kompas.com

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us