Masyarakat suku Nias memiliki dua rumah adat yang terkenal yaitu Omo Sebua dan Omo Hada. Kita lihat bagian atapnya, Omo Sebua memiliki bentuk atap yang curam dengan tinggi mencapai 16 meter. Sedangkan Omo Hada memiliki atap berbentuk kerucut.

Untuk lebih jelasnya mari kita bahas arsitektur Omo Sebua dan Omo Hada dari suku Nias.

1. Rumah Adat Nias Omo Sebua

merdeka.com

Rumah adat ini berasal dari Pulau Nias, Sumatra Utara. Dibangun secara khusus untuk kepala adat. Desainnya menggunakan tiang-tiang besar dari kayu besi. Tujuannya untuk melindungi penghuni dari serangan saat terjadi perang suku pada zaman dahulu.

Akses masuk ke rumah hanyalah tangga kecil yang lengkap dengan pintu jebakan. Bentuk atapnya sangat curam dapat mencapai tinggi sekitar 16 meter.

Dikutip dari merdeka.com, terdapat perbedaan bentuk Omo Sebua yang dibangun di Nias Utara, Nias Selatan dan Nias Tengah.

Arsitektur Omo Sebua (Nias Utara) memiliki bagian atap lotengnya yang lebar dan kisi-kisi jendela yang besar. Sehingga memungkinkan penghuninya mendapat penerangan dan sirkulasi udara yang maksimal.

Pembangunan Omo Sebua (Nias Selatan) biasanya dengan sistem kompleks pemukiman. Ada ratusan tempat tinggal yang dibangun pada kedua sisi jalan. Pemukimannya menjulang sehingga mengharuskan penghuni atau tamu harus menaiki tangga batu yang cukup panjang.

Terakhir, (Nias Tengah), bangunannya merupakan perpaduan antara Nias Utara dan Selatan. Hal ini karenakan penduduknya merupakan penghuni asli sebelum akhirnya berpisah ke wilayah utara dan selatan.

Baca juga: Keunikan Rumah Adat Bolon

2. Rumah Adat Nias Omo Hada

https://museum-nias.org/

Bentuk dari rumah ini hampir sama dengan Omo Sebua. Bedanya jika Omo Sebua khusus untuk kepala desa atau kaum bangsawan maka Omo Hada merupakan rumah untuk masyarakat umum.

Menurut artikel jurnalarkeologi.kemendikbud.go.id, rumah ini memiliki bentuk panggung dengan atap kerucut mejulang tinggi. Tiang, lantai dan dinding bangunan terbuat dari kayu. Sedangkan atapnya terbuat dari daun rumbia. Tetapi, seiring dengan perkembangan zaman telah diganti dengan seng.

Denah bangunannya berbentuk persegi panjang. Antara balok kayu satu dengan balok lain dikaitkan dengan sistem pasak tanpa menggunakan paku.

Tiang-tiang kolong terbuat dari batang kayu berukuran besar. Pemasangannya dengan jarak yang rapat dalam kombinasi dua posisi, yaitu vertikal dan diagonal. Agar rumah-rumah tahan terhadap gempa bumi yang memang sering melanda Pulau Nias.

Tinggi tiang kolong pada Omo Hada sekitar 2 meter. Sedangkan tinggi tiang kolong pada Omo Sebua berkisar 3 meter.

jurnalarkeologi.kemendikbud.go.id, merdeka.com

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us