Tak hanya Nowou Sesat rumah adat yang berasal dari ini, ada juga juga rumah adat yang bernama Lamban Pesagi. Telah resmi ditetapkan sebagai warisan budaya tak benda kategori arsitektur oleh Kementerian pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) pada tahun 2014 silam.

Lamban memiliki arti rumah. Sehingga lamban pesagi berarti rumah dari pesagi atau dari daerah Gunung Pesagi.

Bentuknya yaitu rumah panggung dengan atap perisai yang memiliki teritis panjang berbentuk pelana. Terdapat tangga dari papan yang lengkap dengan railing sederhana.

Selain itu, Lamban Pesagi juga memiliki atap yang terbuat dari ijuk. Sementara, bangunan kayu yang telah disusun kemudian disatukan dengan menggunakan pasak.

Baca juga: Ciri Khas Rumah Adat Lampung Nowou Sesat

Makna rumah adat lamban pesagi

Thiang duduk yaitu tiang penyangga rumah dengan ketinggian antara satu meter sampai dengan satu setengah meter. Tiang ini selalu berjumlah ganjil yang memiliki makna harus ingat pada Tuhan yang Maha Esa.

Thiang ini disangga oleh tiga batu gepeng yang fungsinya sebagai penahan apabila terjadi gempa bumi sehingga rumah tidak terpengaruh oleh goncangan.

Bah lamban yaitu kolong rumah. Fungsinya untuk menyimpan kayu dan batu bata.

Atung yaitu kayu panjang yang disangga oleh thiang duduk. Merupakan kayu penyangga lantai rumah dengan panjang 2,65 meter,lingkaran kayu 45 cm dan berjumlah 4 buah kayu.

Uwongan kayu yang posisinya ke depan dan belakang. Kayu ini rapat dengan lantai rumah. Memiliki panjang 9,4 meter.

Kakakh yaitu merupakan bambu bulat sebagai penyangga lantai rumah bagian belakang.

Bujokh yaitu kayu yang membujur ke samping sebagai pembatas ruangan dalam rumah. Terdapat tiga kayu pembatas.

Kumparan.com, bpsnt-bandung.blogspot.com

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us