• +62 811 2030 360
  • verdant.stu@gmail.com

Tambi, Rumah Tradisional dari Provinsi Sulawesi Tengah

https://3.bp.blogspot.com/-nS81O_Ygk5M/WTOJ5zyML6I/AAAAAAAADT4/Y3pubjt0l58cBtgGkDVSCo23rXS32EOZQCLcB/s1600/Rumah%2BTambi%252C%2BRumah%2BAdat%2BProvinsi%2BSulawesi%2BTengah.JPG

Tambi, Rumah Tradisional dari Provinsi Sulawesi Tengah

Rumah tradisional atau rumah adat penduduk suku Lore yang berasal dari provinsi Sulawesi Tengah ini bernama Tambi. Rumah adat Tambi merupakan rumah di atas tiang yang terbuat dari kayu bonati. Atap dan dinding dari bangunan menyatu dan difungsikan sebagai penutup bangunan.

Berikut ini penjelasan tentang rumah adat Tambi dari segi arsitektural, struktur dan konstruksi sampai pada ragam hias.

a. Arsitektural

Rumah adat Tambi merupakan rumah dengan struktur panggung. Memiliki tiang penyangga yang tingginya tidak lebih dari satu meter. Tiangnya berjumlah 9 buah, lalu ditempelkan satu dengan lainnya menggunakan pasak balok kayu. Tiang-tiang ini biasanya terbuat dari bahan dasar kayu bonati. Sejenis kayu hutan yang bertekstur kuat dan tidak mudah lapuk.

Bangunan ini terbilang unik. Mengapa? karena bagian dinding dan atapnya menjadi satu kesatuan. Prisma bentuk bangunannya, dengan bukaan berupa pintu di bagian depan. Dua jendela dibagian belakang, serta ventilasi pada tumpukan atap dibagian depan dan belakang bangunan. Materialnya ini menggunakan atap sirap.

Ruangan yang ada didalam rumah ini hanya terdapat satu ruangan saja. Tetapi meskipun begitu ruangan besar ini memiliki fungsi yang bermacam-macam. Seperti kegiatan sehari-hari mulai dari memasak, tidur hingga menerima tamu.

Untuk melengkapi ruangan tersebut, kemudian diberi dua bangunan tambahan di luar rumah sebagai penunjang kegiatan lainnya yang tidak bisa dilakukan di rumah utama. Bangunan tersebut bernama Pointua dan Buho atau Gampiri.

Pointua merupakan bangunan yang berfungsi sebagai tempat untuk menumbuk padi. Didalammya terdapat sebuah lesung panjang bernama Iso dengan jumlah 4 tiang.

Sementara Buho, bangunannya mirip dengan rumah Tambi utama namun memiliki dua lantai. Lantai bawah berfungsi sebagai tempat untuk menerima tamu. Dan lantai atas berfungsi sebagai lumbung padi, sebelum dibawa ke Pointua untuk ditumbuk dan diproses lebih lanjut.

Selanjutnya, atap rumah adat ini berbentuk prisma, dengan sudut kecil pada bagian paling atas. Sehingga terlihat tinggi dan dapat menaungi rumah secara keseluruhan. Materialnya terbuat dari ijuk atau daun rumbia yang memanjang ke bawah sekaligus berfungsi sebagai dinding luar rumah.

Tetapi jika ingin membangun rumah adat Tambi ini ada syarat yang harus dipenuhi yaitu rumahnya menghadap kearah utara-selatan. Tidak boleh menghadap maupun membelakangi posisi matahari terbit dan terbenam.

b. Struktur dan konstruksi

Rumah ini menggunakan umpak dari batu alam sebagai pondasi. Struktur ruangan utamanya menggunakan material kayu.

c. Ragam Hias

Bagian eksterior rumah Tambi bisa dilihat berupa tanduk kerbau yang diletakan di atas balok-balok pondasi. Hal ini menunjukan kesetaraan sosial pemilik rumah tersebut. Rumah tambi ini tidak memiliki ukiran yang menjadi ciri khas, termasuk bagian atap bubungan ini juga terlihat polos tanpa ornamen.

Pada bagian interior rumah ditemukan beberapa hiasan atau patung-patung kecil berbentuk stilisasi dari manusia, hewan dan genetalia. Tanduk kerbau yang dijumpai pada bagian luar rumah Tambi juga bisa ditemukan pada bagian dalam rumah yang terpasang pada bagian kolom kayu.

Wikipedia, academia.edu

Rina Marlina

You must be logged in to post a comment.

Open chat
1
Contact us
Powered by