Rumoh Santeut atau terkenal juga dengan nama Tampong Limong merupakan salah satu rumah tradisional yang berasal dari Aceh. Biasanya dibangun oleh masyarakat yang tinggal di daerah perkampungan dan memiliki penghasilan yang rendah.

Mengutip dari Masdar, rumoh Santeut merupakan turunan dari rumoh Aceh dengan bentuk yang lebih sederhana. Dalam penelitian Elysa-Masdar (2001), rumoh Santeut adalah varian yang lebih sederhana dari rumoh Aceh. Umumnya, kolong rumoh Santeut lebih rendah dari rumoh Aceh yakni 1-1,5m.

Material

Bangunan ini menggunakan material yang berasal dari daerah Aceh. Atapnya terbuat dari daun rumbia, kemudian dindingnya dari susunan pelepah rumbia sedangkan untuk lantainya dari bambu belah.

Pembangunan rumoh adat Santeut lebih mudah dan murah dibandingkan dengan rumoh Aceh. Bagi masyarakat perkampungan terutama masyarakat dengan strata ekonomi bawah, model inilah sebagai rujukan ketika akan membangun rumah.

Baca juga: Mengulas Rumah Tradisional Mandailing

Perbedaan rumoh Santeut dengan rumoh Aceh ini terletak pada bagian atas bangunan dan lantai setiap bagian rumah memiliki ketinggian yang sama. Tidak seperti rumoh Aceh yang ruang tengah lebih tinggi, rumah Santeut dengan ruang depan dan belakang.

Pada rumoh Santeut sangat jarang ditemui adanya ukiran pada bidang dinding dan bagian yang lainnya. Beda halnya dengan rumoh Aceh yang banyak jumlah ukirannya. Maka semakin baik dan sejahtera status ekonomi penghuni rumah tersebut.

Sumber: Masdar, Ibnudin.net

RELATED ARTICLES

Open chat
1
Contact us