Puncak atapnya yang melengkung dan runcing menyerupai tanduk Kerbau inilah yang menjadi ciri khas dari rumah Gadang. Dahulu terbuat dari material ijuk sehingga bisa tahan sampai puluhan tahun. Namun dewasa ini, atapnya banyak berganti dengan atap seng.

Rumah yang memiliki sebutan lain Bagonjong ini memiliki daya tarik sendiri. Sempat tampil juga di balik uang koin 100 keluaran Bank Indonesia pada 1970-an silam.

Memiliki bentuk empat persegi panjang dan terbagi atas dua bagian, bagian muka dan belakang. Bagian muka biasanya penuh dengan ukiran ornamen bermotif akar, bunga, daun dan bidang persegi empat serta genjang. Sedangkan bagian belakang memiliki lapisan belahan bambu.

Konsep dari rumah gadang ini yaitu bertopang pada tiang kayu yang tidak tertanam ke dalam tanah. Tetapi bertumpu pada atas batu datar yang kuat dan lebar. Dengan ketinggian tiang mencapai 2 meter membuat penghuninya bisa merasakan keamanan dari serangan hewan buas pada zaman dahulu.

Selain aman terhadap serangan hewan buas, konsep ini juga sangat memperhatikan daerah Minangkabau yang rawan terhadap gempa karena berada di pegunungan Bukit Barisan. Sehingga konsep arsitektur ini terbilang aman dari gempa.

Mengapa aman terhadap gempa? Karena seluruh sambungan setiap pertemuan tiang dan kasau (kaso) besar tidak memakai paku. Namun memakai pasak yang juga terbuat dari kayu. Ketika gempa terjadi rumah akan bergeser secara fleksibel seperti menari di atas batu datar tempat tiang berdiri. Begitupula setiap sambungan yang dihubungkan oleh pasak kayu akan bergerak fleksibel.

Sumber: Wikipedia, 99.co

RELATED ARTICLES

Open chat
1
Contact us