Terdiri dari beberapa suku bangsa yang mendiami provinsi Sulawesi Tenggara. Maka tak heran jika di sini sedikitnya terdapat empat rumah adat. Apa saja itu? Ada rumah adat Buton, rumah adat Mekongga, rumah adat Laikas dan rumah adat Banua Tada.

Daripada penasaran dan menerka-nerka seperti apa bentuk bangunannya. Yuk, langsung saja berikut rumah adat Sulawesi Tenggara dan penjelasannya

1. Rumah Adat Buton
https://guratgarut.com/

Dikutip dari wikipedia, rumah adat yang memiliki sebutan Kamali atau Malige ini merupakan bangunan di atas tiang. Terdiri dari empat lantai yang seluruh materialnya terbuat dari kayu. Ukuran luasnya semakin ke atas semakin sempit, namun di lantai keempat sedikit melebar.

Bangunan ini dibuat tanpa menggunakan paku, hanya memakai pasak atau paku kayu. Selain itu, dengan kita melihat jumlah tiang dari samping dapat mengetahui kedudukan pemiliknya.

Rumah adat yang mempunyai tiang samping 4 buah ini berarti rumah tersebut terdiri dari tiga petak. Artinya merupakan rumah untuk rakyat biasa. Rumah adat bertiang samping 6 buah akan mempunyai 5 petak. Rumah ini biasanya dimiliki oleh pegawai Sultan atau rumah anggota adat kesultanan Buton. Sedangkan rumah adat yang mempunyai tiang samping 8 buah berarti rumah tersebut mempunyai 7 ruangan. Rumah ini khusus untuk rumah Sultan Buton.

2. Rumah Adat Mekongga

Rumah ini merupakan rumah adat suku Raha atau Mekongga. Memiliki ukuran luas dan besar. Atapnya berdiri di atas tiang-tiang besar yang tingginya sekitar 20 kaki dari atas permukaan tanah.

Pada zaman dahulu tingginya sekitar 60-70 kaki. Berbentuk panggung, ditopang dengan 12 tiang penyangga dan 30 anak tangga.

Baca selanjutnya: Rumah Adat Suku Mekongga Dari Sulawesi Tenggara

3. Rumah Adat Laikas

Rumah adat Laikas memiliki bentuk rumah panggung. Terdiri dari tiga sampai empat lantai. Untuk bagian bawahnya disebut dengan kolong biasanya digunakan oleh pemilik untuk memelihara hewan ternak.

Terdapat beberapa keunikan dari rumah adat ini. Seperti tidak memakai bahan logam. Sebagai pengganti paku masyarakat Tolaki menggunakan bahan yang ada di alam. Misalnya saja serat kayu atau pasak.

Baca selanjutnya: Yuk Tengoklah Gambar Rumah Adat Laikas

4. Rumah Adat Banua Tada

Sebuah rumah besar yang dikenal dalam budaya suku Buton. Banua Tada berasal dari kata Banua yang berarti rumah dan Tada berarti siku. Disebut juga rumah siku karena memiliki banyak siku-siku pada struktur rangka bangunannya.

Berdasarkan strata sosial pemiliknya, rumah ini terbagi menjadi 3 jenis:

1. Kamali atau Malige, rumah Banua Tada yang digunakan secara khusus oleh sultan dan keluarganya.

2. Banua Tada Tare Pata Pale, rumah Banua Tada yang digunakan oleh para pejabat dan pegawai istana.

3. Banua Tada Tare Talu Pale, rumah Banua Tada yang digunakan oleh orang biasa.

Archieven, Wikipedia.

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us