Bangka Belitung merupakan sebuah provinsi yang terdiri dari dua pulau utama yaitu Pulau Bangka dan Pulau Belitung. Sebagai sebuah provinsi kepulauan maka tak heran jika terdapat rumah adat yang bernama Rumah Adat Rakit Bangka Belitung. Selaras dengan namanya, rumah ini merupakan rakit yang dibuat dan digunakan untuk rumah tinggal.

Rumah adat yang memiliki pengaruh budaya Melayu Bubung Panjang ini masih sangat kental dengan unsur Tionghoa. Sebab, pada umumnya dibuat oleh orang Tionghoa.

Selain sebagai tempat tinggal, tujuan dari rumah adat Rakit ini yaitu sebagai tempat bisnis masyarakat di atas air. Menarik bukan?

Dari segi material yang menyusun rumah ini, terbuat dari Bambu. Tentu saja yang digunakan pun bukan jenis Bambu sembarangan.

Bambu Manyan merupakan bambu yang sering digunakan sebagai material rumah adat rakit. Namun, ada juga beberapa orang yang menggunakan balok kayu sebagai pelampung dari rumah adat rakit ini. Adapun jenis kayu yang sering digunakan untuk pelampung adalah kayu Trembesi dan kayu Seru yang banyak ditemukan di hutan Bangka.

Baca juga: Karakteristik Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar

Untuk bagian dindingnya terbuat dari papan kayu. Sebagian masyarakat juga menggunakan cacahan bambu kemudian mereka rentangkan membentuk luasan yang bernama pelupuh. Sementara itu, bagian atapnya menggunakan anyaman daun atau ulit. Daun yang digunakan biasanya daun Nipah kering.

Selain material yang sudah verdant sebutkan tadi. Ada juga material lainnya yang memiliki peran penting dalam proses pembangunan rumah ini. Ya, material tersebut adalah Rotan. Fungsinya sebagai pengikat atap dan dinding. Rotan kecil berguna untuk mengikat atap rumah sedagkan rotan besar untuk mengikat balok kayu atau bambu pelampung.

Sumber: imujio.com wikipedia Nesabamedia

RELATED ARTICLES

3 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us