Rumah adat Lobo, Jika kamu sedang berkunjung ke daerah Sulawesi Tengah jangan lupa mampir ke desa Toro, kecamatan Kulawi, kabupaten Sigi, pasti akan menemukan rumah adat ini. Bangunannya hanya memiliki dinding 1 meter selebihnya dibiarkan terbuka.

Mengutip dari cagarbudaya.kemendikbud.go.id, Secara konstruksi bangunan ini terbuat dari kayu dengan ukuran luas 8 x 12 meter. Selain itu, pada bagian depan dan belakangnya terdapat tangga.

Dari segi sistem pemasangan kayu yaitu menggunakan sistem knock down. Mengikat antara kayu satu dengan lainnya dengan menggunakan tali rotan sehingga bisa bongkar pasang. Tiap penghubungnya menggunakan system cathokan (purus) dan kait serta beberapa tiang menggunakan sistem pasak.

Secara umum bangunan ini tak menggunakan paku sebagai penyambung. Sementara itu, secara struktur, bangunan ini sama seperti bangunan tradisional kayu pada umumnya. Memiliki tiga komponen anatomi yaitu Upper Structure (struktur atas), super structure (struktur tengah) dan sub structure (struktur bawah).

Struktur atas terdiri dari atap. Materialnya terbuat dari atap sirap kayu dan bagian puncaknya dari ijuk. Kemudian ijuk tersebut disanggah dengan konstruksi rangka atap yang terbuat dari kayu langka (pandan hutan). Setelah kayu melalui proses raut tipis langkah selanjutnya pemasangan secara melintang dengan kuda-kuda sebagai penopangnya.

Struktur tengah merupakan bagian dinding dan lantai bangunan. Dengan mengusung desain terbuka atau hanya menutupi separuh dari bangunan. Materialnya terbuat dari kayu papan. Sementara itu lantainya terbuat dari papan kayu entorode.

Sedangkan struktur bawah berupa pondasi umpak dan pondasi kayu.

Baca juga: Rumah Adat Batak Bolon Simalungun

Fungsi Rumah Adat Lobo

Rumah adat Lobo juga memiliki fungsi sebagai berikut:

1. Kantor pengadilan dan putusan perkara.

Apabila seseorang melanggar hukum adat yang berlaku. Maka rumah lobo berfungsi sebagai tempat pengadilan.

2. Melepas pasukan ke medan perang dan menerimanya kembali. Dalam proses ini biasanya terdapat juga upacara adat.

3. Tempat pelaksanaan pesta adat. Antara lain selamatan hasil panen yang baik, keselamatan kampung, keselamatan dari penyakit menular dan lainnya.

4. Sebagai rumah singgah jika ada warga desa lain yang kemalaman di Polarea. Maka bisa bermalam di rumah adat ini.

Kakarmand.blogspot.com, Cagarbudaya.kemendikbud.go.id, kabare.id

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us