Lampung, sebuah provinsi paling selatan di Pulau sumatra. Memiliki tiga rumah adat, di antaranya Nuwou Sesat, Nuwo Balak dan Nuwo Lunik. Sebelumnya rumah adat nowou sesat telah dibahas beberapa waktu lalu. Kini, giliran rumah adat nuwo balak dan nuwo lunik yang akan di bahas.

Berikut ini ketiga rumah adat Lampung dan penjelasannya
1. Nowou Sesat

Nama rumah adat ini berasal dari kata nuwo dan sesat. Dimana nuwo memiliki arti rumah dan sesat artinya adat. Sesuai dengan namanya, rumah adat ini memiliki fungsi sebagai balai pertemuan adat.

Rumah yang memiliki sebutan lain Nuwo Sesat Balai Agung ini terdiri dari beberapa bagian

  1. Ijan Geledak: tangga masuk
  2. Rurung agung: atap bangunan
  3. Anjungan: sebuah tempat yang digunakan untuk pertemuan kecil
  4. Pusiban: ruang yang digunakan sebagai tempat musyawarah resmi
  5. Ruang gajah merem: tempat istirahat untuk para penyeimbang adat.

Baca selanjutnya: Ciri Khas Rumah Adat Lampung Nowou Sesat

2. Nuwo Balak

Dikutip dari academia.edu, rumah Nuwo Balak merupakan rumah tinggal dari kepala adat (penyeimbang adat) yang dalam bahasa Lampung disebut Balai Keratun.

Bagian-bagian rumah adat Nuwo Balak
  1. Lawang Kuri: gapura
  2. Ijan Geladak: tangga masuk yang dilengkapi dengan atap yang disebut Rurung Agung.
  3. Anjungan: serambi yang digunakan untuk pertemuan kecil
  4. Pusiban: ruang tempat musyawarah resmi
  5. Lapang Agung: ruangan para wanita untuk berkumpul
  6. Kebik temen atau Kebik Kerumpu: kamar tidur bagi anak penyeimbang bumi atau anak tertua.
  7. Kabik Rangek: kamar tidur bagi anak penyeimbang ratu atau anak kedua
  8. Kebik Tengah: kamar tidur bagi anak pentimbang batin atau anak ketiga
3. Nuwo Lunik

Jika Nuwo Balak merupakan rumah adat kepala suku, lain halnya dengan Nuwou Lunik. Rumah adat ini diperuntukan bagi rakyat biasa di Lampung. Memiliki ukuran lebih kecil, tidak memiliki beranda dan serambi. Tetapi, terdapat tangga yang berfungsi sebagai pintu masuk.

Bagian-bagian rumah adat Nuwo Balak
  1. Pusiban: tempat utama untuk pertemuan resmi
  2. Anjungan: tempat untuk jamuan tamu terhormat atau rapat purwatin
  3. Ijan Geladak: tangga beratap sebagai akses ke rumah
  4. Ilung Kudan: bagian belakang rumah
  5. Bahlamban: ruang belakang yang tidak memiliki sekat
  6. Tangebah: Halaman depan rumah
  7. Lapang Luwah: ruang yang digunakan untuk mengadakan musyawarah dengan tamu
  8. Lapang Lom: ruang tamu rumah disekat menjadi kamar-kamar kecil sebagai ruang keluarga sementara
  9. Tengah Resi (ghesi): ruang khusus untuk musyawarah serta tempat tidur tamu wanita.
  10. Sudung: ruang makan keluarga sekaligus tempat menyimpan makanan dan peralatan masak
  11. Sakelak: dapur
  12. Ruang Tetabuhan: tempat menyimpan barang-barang tradisional

Itulah rumah adat lampung dan penjelasannya. Semoga bermanfaat.

daerahkita.com academia.edu

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us