Jakarta tak hanya memiliki rumah adat Kebaya. Ada beberapa rumah adat lainnya yang tak kalah unik dan menarik. Antara lain ada rumah Gudang, rumah Joglo dan rumah Panggung.

Yuk langsung saja bahas pada materi kali ini. Rumah adat Jakarta dan penjelasannya.

1. Rumah Kebaya

Rumah adat ini sudah kita bahas beberapa waktu lalu. Untuk mengingatkan, coba buka kembali artikel mengapa disebut rumah kebaya?

Material penyusun rumah adat ini secara konstruksi yaitu terdiri dari pondasi, dinding, atap dan ragam hias.

a. Pondasi

Terbuat dari batu kali dengan sistem pondasi umpak. Pondasi tersebut mereka letakan pada bagian bawah setiap kolom. Sedangkan untuk landasan dindingnya menggunakan batu bata dengan kolom dari kayu nangka yang sudah tua.

b. Dinding

Dinding rumah terbuat dari kayu Gowok atau kayu nangka. Sebelum digunakan dicat terlebih dahulu dengan dominasi warna kuning dan hijau.

c. Atap

Sementara itu, bagian atap terbuat dari genteng atau anyaman daun kirai yang memiliki sebutan atep. Untuk konstruksi kuda-kuda dan gording menggunakan kayu gowok atau kayu kecapi.

d. Ragam Hias

Biasanya ragam hias hanya untuk dinding pembatas teras, hiasan dinding dan menutup lubang ventilasi pada dinding depan.

2. Rumah Gudang

Rumah adat Jakarta lainnya adalah rumah Gudang. Konon, rumah ini masih asli dan belum terpengaruh oleh budaya lain.

Bentuk dari rumah Gudang yaitu persegi panjang dengan ukuran yang bermacam-macam. Atapnya berbentuk seperti pelana kuda. Sementara itu, bagian depannya dibuatkan atap kecil dengan posisi melandai.

Fungsi dari atap melandai yaitu untuk melindungi panas matahari dan menjaga dari hujan.

Rumah ini terdiri dari dua bagian, yaitu depan dan tengah saja. Sementara bagian belakang disatukan dengan bagian tengah. Bagian depan merupakan ruang tamu dan bagian tengah terdiri dari

3. Rumah Joglo

Terinspirasi dari kebudayaan suku Jawa, masyarakat betawi memiliki rumah adat yang bernama Joglo. Maka jangan heran jika desainnya mirip dengan rumah adat Joglo dari Jawa, terutama pada bagian atapnya.

Meskipun bentuk rumah Joglo Betawi memiliki kemiripan dengan arsitektur Joglo yang berasal dari Jawa. Tetapi terdapat pula perbedaan, Misalnya saja Joglo Betawi tidak memiliki tiang penopang atap untuk membagi ruangan bagian dalam.

Materialnya terbuat dari bahan alam seperti kayu jati, serabut untuk atap dan anyaman bambu untuk dinding bagian dalam.

4. Rumah Panggung

Seperti namanya rumah panggung. Ya, bangunan ini memiliki bentuk panggung dengan tiang-tiang kayu sebagai penyangga. Biasa kita temukan dari daerah pesisir atau daerah aliran sungai.

Tentu saja pemilihan rumah panggung ini dengan harapan bisa menghindari luapan air sungai, air laut atau binatang buas.

Struktur pondasi rumah panggung Betawi menggunakan umpak dengan susunan batu berbentuk persegi ukuran 20 x 25 cm. Umpak berguna sebagai landasan tiang kayu yang berfungsi sebagai penahan beban.

Material yang digunakan untuk membuat tiang biasanya berupa kayu. Memiliki tinggi sekitar 1,5 – 1 meter dari dasar tanah. Kayunya terdiri dari kayu jati, kayu nangka, rambutan dan kecapi.

Bagian lantainya menggunakan bambu yang dijajarkan. Kemudian untuk dindingnya terbuat dari papan kayu. Sementara itu, untuk langit-langitnya menggunakan anyaman bambu dan atapnya dari genteng.

Itulah 4 rumah adat Jakarta dan penjelasannya. Semoga bermanfaat

Setubabakanbetawi.com, Nyero.id

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us