Rumah adat yang berasal dari suku Banjar, Kalimantan Selatan ini bernama rumah Baanjung Gajah Baliku. Ketika masa kesultanan Banjar fungsinya yaitu sebagai tempat tinggal warit raja. Apa itu warit raja? keturunan garis pertama. Itu artinya yang mendiami rumah ini adalah calon pengganti sultan.

Bagian-bagian rumah adat Gajah Baliku

  1. Atap ruang tamu, menggunakan konstruksi kuda-kuda dengan atap perisai yang disebut juga atap gajah.
  2. Ambin terbuka kiri atau kanan anjung
  3. Pada kedua anjung sama-sama menggunakan atap pisang sasikat atau atap sengkuap.

Seperti dikutip dari kebudayaan.kemendikbud, rumah ini memiliki ukuran dengan panjang 34,28 meter dan lebar 10,67 meter. Secara morfologi terdiri dari tiga bagian. Ada bagian kaki, badan dan atap.

Yang menjadi ciri khas dari rumah adat ini adalah atapnya menjulang tinggi dengan kemiringan 45 derajat. Sedangkan atap lainnya relatif landai dengan kemiringan 15 derajat. Desain seperti ini sengaja dibuat agar bisa mempercepat jatuhnya air dari bagian tengah bangunan.

Dari segi material untuk membuat atap berasal dari sirap kayu ulin yang berukuran panjang 50 cm dan lebarnya 8 cm.

Baca juga: Mengenal Nama-Nama Rumah Adat Dari Pulau Kalimantan

Secara umum ruangan terdiri dari:

  1. Mulai dari bagian depan ada surambi sambutan yaitu ruang terbuka/teras rumah
  2. Pamedangan yaitu ruangan setengah terbuka atau serambi atas.
  3. Paluaran yang bernama ambin sayup atau ruang tamu.
  4. Palidangan dinamakan juga ambin dalam yang diapit oleh anjung.
  5. Padapuran/padu yaitu ruangan dapur.

Itulah sekilas terkait dengan rumah adat Gajah Baliku yang harus kita semua ketahui. Karena ini merupakan bagian dari warisan kebudayaan Indonesia yang tak ternilai harganya dan sudah sepatutnya kita lestarikan.

Kebudayaan.kemendikbud.go.id, wikipedia

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us