Kepulauan Riau (Kepri) memiliki kebudayaan yang sangat dipengaruhi oleh beberapa suku atau etnis lain. Misalnya saja suku Melayu, suku Jawa, Bali, Bugis, Batak hingga Tionghoa.

Salah satu produk kebudayaannya adalah Rumah Belah Bubung. Rumah ini memiliki desain layaknya rumah panggung. Tingginya sekitar 2 meter dari permukaan. Penyangganya menggunakan kurang lebih 6 atau 12 tiang. Sementara itu, atapnya berbentuk seperti pelana kuda.

Nama belah bubung berasal dari bentuk atapnya yang terbelah. Sedangkan untuk sebutan rabung karena atapnya menggunakan perabung.

Seperti kita kutip dari theinsidemag.com, bagian-bagian rumah ini terdiri dari ruang selasar, ruang induk, ruang penghubung dan ruang dapur.

Ruang selasar berfungsi untuk menyambut tamu yang berkunjung. Ruang induk sebagai tempat untuk berkumpul. Sementara itu, ruang penghubung dan dapur merupakan ruangan yang berfungsi sebagai tempat perantara rumah induk dengan dapur dan untuk memasak.

Baca juga: Yuk Cari Tahu Bentuk dan Bagian Rumah Adat Lontik

Bagian bawah rumah berguna sebagai tempat menyimpan barang-barang pertanian atau gudang. Konon, desain panggung juga bisa menghindarkan masyarakat dari serangan binatang buas.

Nama lain dari rumah adat Belah Bubung

  1. Lipat Pandan yaitu rumah Belah Bubung yang kemiringan atapnya curam.

2. Jika atapnya agak mendatar bernama lipat kajang.

3. Ampar labu yaitu rumah yang bagian bawah atapnya diberi tambahan atap lain.

4. Rumah dengan bubungannya sejajar jalan disebut dengan perabung panjang.

5. Jika bubungannya melintang jalan disebut dengan perabung melintang.

Ketinggian dari rumah ini sekitar 1,5 meter sampai 2,4 meter. Sementara itu, materialnya terbuat dari kayu, papan, bambu, daun nipah dan daun rumbia, seng serta rotan.

Riauberbagi, Soekarnohatta-airport, Pewartanusantara

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us