Jika kemarin membahas rumah adat Bangsal Kencono yang berasal dari daerah Yogyakarta. Kini, giliran mengulas rumah adat dari Maluku. Ya rumah ada itu bernama Baileo. Kali ini verdant akan mengulas rumah adat Baileo dan keunikannya.

Baileo berasal dari kata balai yang berati gedung atau tempat pertemuan (Poerwadarminta, 1993). Menurut Cooley Baileo berasal dari kata Melayu yaitu Bale atau Balae yang memiliki arti tempat pertemuan (Cooley, 1962 dalam wattimena, 2009:25)

Rumah adat Maluku ini pada intinya tak memiliki dinding. Agar roh nenek moyang dapat dengan leluasa untuk masuk atau keluar rumah.

Baileo merupakan hasil budaya Maluku dalam bentuk arsitektur. Pendirian sebuah Baileo tentunya tidak begitu saja, namun harus mengikuti aturan-aturan dalam budaya Maluku, mulai dari pemilihan lokasi, pemilihan bahan, bentuk arsitektur hingga ornamen.

Bentuk Rumah

Memiliki bentuk rumah panggung atau rumah berkolong. Biasanya tidak berdinding kalaupun ada hanya setengahnya saja. Setengah lagi mereka biarkan terbuka. Konstruksi tangga dan dinding baileo terbuat dari kayu. Lantainya dari papan dan atap terbuat dari daun rumbia atau daun sagu.

Bentuk arsitektur Baileo Maluku sebagai berikut:

1 Bagian bawah

Didirikan di atas tumpukan tanah yang agak tinggi, dibatasi dengan tumpukan batu atau beton sebagai penahan tanah. Terdapat tiang-tiang yang ditancapkan pada tanah. Jumlah tiang pada masing-masing Baileo bervariasi. Selain tiang-tiang induk, terdapat pula tiang tambahan yang terikat pada tiang induk. Gunanya untuk memperkuat tiang induk sebagai penopang seluruh bagian bangunan.

2. Bagian tengah

Bagian tengah bangunan adalah lantai dan dinding. Lantai Baileo umumnya terbuat dari papan yang letakannya pada bagian atas tiang-tiang kayu dengan menggunakan pasak kayu dan paku. Tinggi dinding kurang lebih 1 meter dari lantai.

3. Bagian atas

Bagian atas atau atap biasanya berbentuk tumpal atau segitiga sama kaki. Atap Baileo umumnya terbuat dari daun sagu atau daun rumbia. Konstruksi atap menggunakan bahan kayu dan bambu dengan pasak kayu, pasak besi, paku, atau dengan cara ikat tali ijuk.

Fungsi

Rumah adat Baileo ini tidak berfungsi sebagai bangunan hunian atau rumah tinggal. Tetapi sebagai bangunan umum tempat pertemuan atau musyawarah. Selain itu, berfungsi juga sebagai tempat untuk menyimpan benda-benda suci, senjata atau pusaka peninggalan dari nenek moyang warga kampung tersebut.

Selain itu sebagai tempat berkumpul seluruh warga untuk mendiskusikan permasalahan-permasalahan yang sedang masyarakat hadapi.

Rumah Adat Baileo dan Keunikannya

1 Batu pamali

Batu yang berguna sebagai untuk tempat menyimpan sesaji. Biasanya diletakan di depan pintu tepat di muka pintu rumah baileo. Tujuan dari penempatannya adalah untuk menunjukan bahwa rumah itu merupakan balai adat. Sedangkan balai adat itu sendiri merupakan bangunan induk anjungan.

2. Tiang Penyangga

Rumah ini memiliki tiang-tiang penyangga yang berjumlah sembilan dan berada pada bagian depan dan belakang. Jumlah ini menunjukan jumlah marga yang ada.

3. Tiang Siwa Lima

Selain sembilan tiang penyangga, baileo juga memiliki lima tiang sisi kanan dan kiri yang merupakan lambang Siwa Lima. Siwa Lima sendiri memiliki arti kita semua punya dan sebagai simbol persekutuan desa-desa Maluku dari kelompok Siwa dan kelompok Lima

4. Ukiran

Terdapat banyak ukiran-ukiran bergambar dua ekor ayam berhadapan dan terapit oleh dua ekor anjing sebelah kiri kanan. Posisi ukiran ini berada pada ambang pintu dan mempunyai arti tentang kedamaian serta kemakmuran.

Sumber: Marlyn Salhuteru Rumah Adat Baileo Di Kecamatan Saparua Kabupaten Maluku Tengah, Prezi.com.

RELATED ARTICLES

Open chat
1
Contact us