Indonesia merupakan negara kepulauan yang memiliki beragam kebudayaan. Terdiri dari 34 provinsi yang membentang dari Sabang sampai Merauke. Tiap provinsi pasti terdapat rumah adat. Bahkan dalam satu provinsi tak hanya memiliki satu rumah adat.

Untuk lebih jelasnya langsung saja pada pembahasan berikut ini:

Rumah Adat 34 Provinsi

1. Rumah Adat Nanggroe Aceh Darussalam

Rumah Adat Krong Bade

http://mazmuzie.blogspot.com/

Rumah ini dikenal juga dengan sebutan rumoh Aceh. Kini, keberadaanya sudah hampir punah dan jarang dipakai. Masyarakat lebih memilih untuk tinggal di rumah modern karena membangun rumah modern lebih murah dibandingkan dengan rumah adat Krong Bade.

Ada beberapa ciri khas yang dimiliki rumah adat ini di antaranya memiliki tangga di bagian depan. Memiliki ukiran pada dinding, ukuran pintu masuk kurang lebih 120-150cm. Atapnya terbuat dari daun rumbia dan dibangun tanpa menggunakan paku.

Baca Selanjutnya: 5 Keunikan Dari Rumah Adat Krong Bade

2. Rumah Adat Sumatera Utara

Rumah Adat Bolon

dictio.id

Rumah yang menjadi simbol atau identitas masyarakat Batak ini, dahulu merupakan tempat tinggal dari 13 raja. Terdiri dari beberapa jenis yaitu rumah Bolon Toba, rumah Bolon Simalungun, rumah Bolon Karo, rumah Bolon Mandailing, rumah Bolon Pakpak dan rumah Bolon Angkola.

Rumah Bolon ini memiliki bentuk persegi empat dengan model rumah panggung. Ketinggiannya mencapai sekitar 1,75 meter dari permukaan tanah. Sehingga jika penghuni rumah atau tamu hendak masuk harus menggunakan tangga yang terletak di tengah-tengah rumah.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Batak Bolon, Simbol Masyarakat Batak

3. Rumah Adat Sumatra Barat

Rumah Adat Bagonjong

99.co

Rumah adat Minangkabau ini memiliki beberapa sebutan di antaranya rumah Godang, rumah Bagonjong dan rumah Baanjung. Pembahasannya selalu menarik perhatian, karena selain desainnya arsitekturnya yang khas juga sempat tampil dibalik uang koin 100 keluaran Bank Indonesia 1970-an silam.

Namun tahukah anda, ternyata rumah adat gadang ini diklasifikasikan menjadi beberapa jenis. Ditentukan berdasarkan bentuk rumahnya. Walaupun jika diperhatikan lagi bentuk atapnnya hampir sama.

Baca selanjutnya: Rumah Adat Minangkabau dan Penjelasannya

4. Rumah Adat Riau

Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar

polarumah.com

Rumah panggung yang memiliki ukuran besar, tersusun lebih dari satu tingkat, itulah Selaso Jatuh Kembar. Dinamakan demikian karena memiliki selasar yang lebih rendah dibandingkan dengan ruangan tengah.

Dahulu, rumah ini digunakan sebagai balai pertemuan adat. Kendati bukan digunakan untuk rumah tinggal, tetapi tetap dibagi menjadi beberapa ruangan.

Ada ruangan yang berfungsi untuk tempat bersila atau musyawarah. Ruangan untuk menyimpan benda-benda adat. Anjungan, tempat tidur sampai dapur.

Baca Selanjutnya: Karakteristik Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar

5. Rumah Adat Kepulauan Riau

Rumah Adat Selaso Jatuh Kembar

https://perpustakaan.id/

Memiliki rumah adat yang sama dengan rumah adat Riau yaitu Selaso Jatuh Kembar. Begitu pula dengan fungsinya sama sebagai tempat bermusyawarah atau rapat warga.

Memiliki sebutan lain Balairung Sari, Balai Kerapatan, Balai Pengobatan dan lainnya.

6. Rumah Adat Jambi

Rumah Adat Kajang Lako

https://aminama.com/
aminama.com

Rumah adat Kajang Lako merupakan rumah adat yang digunakan sebagai tempat tinggal orang Batin. Bubungannya berbentuk seperti perahu dengan ujung bubungan bagian atas melengkung.

Tipologi rumah lamo berbentuk bangsal empat persegi panjang dengan ukuran panjang 12 meter dan lebar 9 meter. Bentuk empat persegi panjang dimaksudkan untuk mempermudah penyusunan ruangan yang disesuaikan dengan fungsinya.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Kajang Lako Dari Suku Batin Jambi

7. Rumah Adat Bengkulu

Rumah Bubungan Lima

Desain rumah ini berbentuk rumah panggung yang ditopang oleh beberapa tiang penopang. Dinamakan bubungan lima karena merujuk pada atap dari rumah tersebut.

Memiliki motif ukiran yang terbagi menjadi tiga bagian yaitu flora, fauna dan geometris.

Baca Selanjutnya: Struktur dan Susunan Ruang Rumah Adat Bubungan Lima

8. Rumah Adat Sumatera Selatan

Rumah Adat Limas

https://indonesia.go.id/

Memiliki ciri atapnya berbentuk limas. Bangunan yang bertingkat-tingkat ini mengandung filosofi budaya untuk setiap tingkatnya. Hampir seluruh bangunan terbuat dari kayu. Pemilihan material kayu disesuaikan dengan karakter kayu di Sumatra Selatan.

Selain berbentuk limas, juga tampilannya seperti rumah panggung dengan tiang-tiang dipancang ke dalam tanah. Hal ini dilakukan karena kondisi geografis berada di daerah pertanian.

Baca Selanjutnya: Lima Tingkatan Rumah Adat Limas Sumatra Selatan

9. Rumah Adat Kepulauan Bangka Belitung

Rumah Adat Rakit

indonesiatraveler.id

Rumah adat yang dipengaruhi oleh budaya Melayu Bubung Panjang ini masih sangat kental dengan unsur Tionghoa. Sebab, pada umumnya dibuat oleh orang Tionghoa

Selain sebagai tempat tinggal, tujuan dibangunnya rumah adat Rakit ini yaitu sebagai tempat bisnis masyarakat di atas air. Menarik bukan?

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Rakit Bangka Belitung, Dipengarhi Unsur Tionghoa

10. Rumah Adat Lampung

Rumah Adat Nuwou Sesat

ksmtour.com

Nuwo artinya rumah dan sesat berarti adat. Jadi rumah adat ini berfungsi sebagai balai pertemuan adat. Tempat para purwatin (penyimbang) mengadakan pepung adat (musyawarah). Maka dari itu balai ini juga memiliki sebutan Nuwo Sesat Balai Agung.

Baca Selanjutnya: Ciri Khas Rumah Adat Lampung Nowou Sesat

Rumah Adat 34 Provinsi

11. Rumah Adat Banten

Rumah Adat Sulah Nyanda

Suku asli dari Banten ini memiliki rumah adat yang bernama Sulah Nyanda. Konstruksi bangunannya merupakan rumah panggung dengan material bangunan yang terdapat disekitar lokasi.

Suku asli dari Banten ini memiliki rumah adat yang bernama Sulah Nyanda. Konstruksi bangunannya merupakan rumah panggung dengan material bangunan yang terdapat pada sekitar lokasi.

Baca Selanjutnya: Sulah Nyanda, Rumah Adat Suku Baduy

12. Rumah Adat DKI Jakarta

Rumah Adat Kebaya

jakarta-tourism.go.id

Teras yang luas menjadi ciri khas dari rumah ini. Biasanya berguna untuk menjamu tamu dan menjadi tempat berkumpul keluarga. Selain itu, dinding rumah yang terbuat dari panel-panel dapat dibuka dan digeser-geser ke tepinya, sehingga rumah terasa lebih luas.

Baca Selanjutnya: Mengapa Disebut dengan Rumah Adat Kebaya

13. Rumah Adat Jawa Barat

Rumah Adat Keraton Kasepuhan

m.ayocirebon.com

Model keraton menghadap ke utara dengan bangunan Masjid sebelah barat, pasar menghadap ke sebelah timur, dan alun-alun ditengahnya. Merupakan model tata letak keraton pada masa itu terutama dari daerah pesisir.

Keraton Kasepuhan merupakan salah satu dari bangunan peninggalan kesultanan Cirebon yang masih terawat dengan baik. 

Baca Selanjutnya: Menilik Rumah Adat Keraton Kasepuhan

14. Rumah Adat Jawa Tengah

Rumah Adat Joglo

berbol.co.id

Rumah adat Joglo, merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Tengah. Terdiri dari empat pilar utama dan terbagi menjadi dua bagian. Ada rumah utama dan rumah tambahan.

Ada beberapa jenis rumah adat Joglo antara lain, Joglo Sinom, Joglo Jompongan, Joglo Pangrawit, Joglo Limas Lawakan, Joglo Mangkurat, Joglo Semar Tinandhu.

Baca Selanjutnya: Jenis-Jenis Rumah Adat Joglo Jawa Tengah dan Keterangannya

15. Rumah Adat Daerah Istimewa Yogyakarta

Rumah Adat Bangsal Kencono

Cakrudi.com

Bangsal merupakan rumah adat berbentuk joglo namun ukurannya lebih luas, besar, lebar dan memiliki fungsi khusus. Desainnya memiliki halaman luas yang ditumbuhi oleh tanaman serta beberapa sangkar burung.

Dari segi desain eksterior dan interiornya rumah adat Bangsal ini berdasarkan filosofi yang selaras dengan alam. Seperti ukiran-ukiran yang bernuansa alam untuk bagian interior dan beragam pot bunga serta sangkar burung untuk eksterior.

Baca Selanjutnya: Ciri Khas Rumah Adat Bangsal Kencono

16. Rumah Adat Jawa Timur

Rumah Adat Using

https://asset.kompas.com/

Rumah adat dari Jawa Timur yang paling terkenal adalah Joglo. Selain itu, terdapat juga beberapa rumah lainnya seperti rumah adat Using, rumah adat suku Tengger, Rumah adat trajumas Lawakan dan rumah adat Dhurung.

Contohnya rumah adat Using yang terletak di kabupaten Banyuwangi. Rumah ini memiliki tiga jenis yaitu cerocogan, baresan dan tikel balung. Perbedaan ketiganya berdasarkan jumlah bidang atap yang dinamakan rab.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Jawa Timur dan Penjelasannya

Rumah Adat 34 Provinsi

17. Rumah Adat Bali

Gapura Candi Bentar

blue.kumparan.com

Gapura Candi Bentar, sebuah rumah adat yang berasal dari daerah Bali. Nama ini berasal dari bentuk bangunannya yang berupa gapura. Gapura tersebut terdiri dari dua bangunan. Candi yang serupa dan sebangun membatasi sisi kiri dan sisi kanan pintu masuk ke pekarangan rumah. Gapura tersebut tidak memiliki atap penghubung pada bagian atasnya sehingga kedua sisinya terpisah sempurna.

Baca Selanjutnya: Gapura Candi Bentar, Rumah Adat Khas Bali

18. Rumah Adat Nusa Tenggara Barat (NTB)

Rumah Adat Istana Dalam Loka

indonesiatraveler.id

Nusa Tenggara Barat memiliki banyak bangunan yang bersejarah. Salah satunya adalah Istana Dalam Loka yang dibangun tahun 1885 pada zaman pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III.

Konstruksi bangunan Istana Dalam Loka yang berlantai dua tidak menggunakan paku besi sama sekali melainkan menggunakan pasak kayu. Hubungan tiang dengan balok yang menunjang lantai bagian atas menggunakan sambungan sistem baji. Sehingga aman bila terjadi gempa bumi karena sifatnya yang lentur.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Istana Dalam Loka

19. Rumah Adat Nusa Tenggara Timur (NTT)

Rumah Adat Mbaru Niang

indonesia.go.id

Mbaru Niang memiliki bentuk kerucut dengan struktur yang cukup tinggi mencapai sekitar 15 meter. Atapnya hampir menyentuh tanah, terbuat dari daun lontar dan ijuk sebagai penutupnya. Jika kita perhatikan rumah adat ini mirip dengan rumah adat Honai dari Papua

Mengapa berbentuk kerucut? Karena dalam budaya Wae Rebo bentuk kerucut merupakan simbol perlindungan dan persatuan antar rakyat Wae Rebo

Baca Selanjutnya: Bentuk dan Fungsi Rumah Adat Mbaru Niang Flores

Rumah Adat 34 Provinsi

20. Rumah Adat Kalimantan Barat

Rumah Adat Panjang

bappeda.pontianakkota.go.id

Rumah Panjang merupakan rumah adat Kalimantan Barat yang terdapat juga di beberapa daerah lainnya di Kalimantan. Tetapi terdapat beberapa penyebutan yang berbeda. Misalnya saja Betang atau Radakng untuk daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Sedangkan Balai untuk Kalimantan Selatan dan Lamin untuk Kalimantan Timur.

Pada umumnya rumah panjang yang satu dengan yang lainnya memiliki bentuk dan komponen arsitektur hampir sama. Yaitu berbentuk rumah panggung dengan tiang penyangga setinggi satu hingga dua meter.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Panjang Khas Kalimantan Barat

21. Rumah Adat Kalimantan Selatan

Rumah Adat Bubungan Tinggi

kebudayaan.kemdikbud.go.id

Rumah adat Bubungan Tinggi atau memiliki sebutan lain Ba-Bubungan Tinggi merupakan salah satu jenis rumah Baanjung. Rumah tradisional suku Banjar yang juga menjadi maskot rumah adat khas Kalimantan Selatan.

Mengapa memiliki nama Bubungan Tinggi? Coba kita tengok dulu gambar rumahnya. Ya, kita bisa melihatnya bukan? Nama tersebut berasal dari bagian atap yang berbentuk atap pelana yang tinggi dan lancip ke atas membentuk sekitar 45 derajat.

Baca Selanjutnya: Arsitektur Rumah Adat Bubungan Tinggi Khas Suku Banjar

22. Rumah Adat Kalimantan Tengah

https://www.borneos.id/

Rumah adat yang berasal dari Kalimantan Tengah antara lain Betang Tambaba, Betang Pasir Panjang, Betang Sei Pasah, Betang Desa Tumbang Bukoi, Betang Damang Batu dan Betang Toyoi.

Contohnya Betang Sei Pasah. Sesuai dengan namanya rumah adat ini berasal dari daerah desa Sei Pasah, kecamatan Kapuas Hilir, kabupaten Kapuas.

Tepatnya sebrang sungai Kapuas Murung dari arah Kuala Kapuas. Berjarak kurang lebih sekitar 200 meter.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Kalimantan Tengah dan Penjelasannya

23. Rumah Adat Kalimantan Timur

Rumah Adat Lamin

https://belajar.kemdikbud.go.id/PetaBudaya/Repositorys/Lamin/img/2.jpg
https://belajar.kemdikbud.go.id/

Mayoritas yang menghuni rumah ini adalah keluarga suku Dayak Kalimantan Timur khususnya suku Dayak dari etnis Benuaq. Hidup terdiri dari beberapa keluarga dalam satu atap menandakan sifat kekeluargaannya masih sangat tinggi.

Rumah adat lamin memiliki berbagai macam keunikan. Seperti, ukurannya besar, ukiran dan patung yang etnik. Warna yang dominan kuning dan hitam serta materialnya menggunakan kayu ulin.

Baca Selanjutnya: Keunikan Rumah Adat Lamin

24. Rumah Adat Kalimantan Utara

Rumah Adat Baloy

backpackerjakarta.com

Rumah Baloy merupakan rumah adat yang terkenal dari Kalimantan Utara. Bentuk bangunannya terlihat modern dan modis karena hasil pengembangan arsitektur Dayak. Dari Rumah Panjang (Rumah Lamin) yang dihasilkan oleh Masyarakat suku Tidung.

Bangunan rumah Baloy menghadap ke utara, sedangkan pintu utamanya menghadap ke selatan. Baloy terbuat dari bahan dasar kayu Ulin.

Baca Selanjutnya: Karakteristik Baloy Rumah Adat Kalimantan Utara

Rumah Adat 34 Provinsi

25. Rumah Adat Gorontalo

Rumah adat Dulohupa

srikebudayaandaerah.blogspot.com

Rumah adat Gorontalo Dulohupa ini berasal dari Kelurahan Limba, Kecamatan Kota Selatan, Kota Gorontalo, Provinsi Sulawesi Utara. Biasanya oleh penduduk disebut dengan nama Yiladia Dulohupa Lo Ulipu Hulondhalo.

Dalam artian secara harfiah, Dulohupa memiliki makna mufakat. Pemberian nama Dulohupa ini karena bangunannya berfungsi sebagai tempat bermusyawarah. Bahkan pada masa pemerintahan Raja-Raja, Dulohupa berfungsi sebagai ruang pengadilan, tempat untuk memvonis para penghianat.

Baca Selanjutnya: Ciri Khas Rumah Adat Gorontalo Dulohupa

26. Rumah Adat Sulawesi Barat

Rumah Boyang

Sama seperti halnya kebanyakan rumah tradisional Indonesia. Rumah Boyang, rumah adat dari Sulawesi Barat ini memiliki struktur rumah panggung dengan menggunakan material kayu. Ditopang oleh beberapa tiang yang terbuat dari kayu berukuran besar dengan tinggi kurang lebih sekitar dua meter. Tiang-tiang tersebut berfungsi untuk menopang lantai dan atap rumah. Tiangnya tidak ditancapkan ke dalam tanah melainkan hanya ditumpangkan pada sebuah batu datar untuk mencegah kayu melapuk.

Bangunan ini juga memiliki dua buah tangga yang terletak pada bagian depan dan belakang. Tangga tersebut harus memiliki jumlah yang ganjil. Umumnya 7 sampai 13 buah dan lengkap dengan sebuah pegangan bagian sisi kanan dan kiri tangga. Sedangkan dinding dan lantai rumah menggunakan material papan yang telah diukir sesuai dengan motif khas suku mandar.

Baca Selanjutnya: Rumah Boyang, Rumah Adat Dari Sulawesi Barat

27. Rumah Adat Sulawesi Selatan

solata-sejarahbudaya.blogspot.com

Sulawesi Selatan memiliki beberapa rumah adat antara lain rumah adat luwuk, rumah adat suku Makassar, rumah adat suku Mandar, rumah adat suku Toraja dan rumah adat suku Bugis.

Rumah adat suku Bugis terbagi menjadi dua macam. Pembagian ini berdasarkan status sosialnya. Ada rumah Saoraja dan rumah Bola. Saoraja biasanya hanya untuk keturunan raja atau kaum bangsawan. Sedangkan rumah Bola merupakan rumah biasa yang diperuntukan bagi masyarakat biasa.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Sulawesi Selatan dan Penjelasannya

28. Rumah Adat Sulawesi Tenggara

https://guratgarut.com/

Terdiri dari beberapa suku bangsa yang mendiami provinsi Sulawesi Tenggara. Maka tak heran jika Sulawesi Tenggara sedikitnya terdapat empat rumah adat. Apa saja itu? Ada rumah adat Buton, rumah adat Mekongga, rumah adat Laikas dan rumah adat Banua Tada.

Menurut wikipedia, rumah adat Buton memiliki sebutan Kamali atau Malige. Berupa bangunan di atas tiang yang terdiri dari empat lantai. Ukuran luasnya semakin ke atas semakin sempit, hanya saja pada lantai keempat sedikit melebar.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Sulawesi Tenggara dan Penjelasannya

29. Rumah Adat Sulawesi Tengah

https://pesonawisata.sultengprov.go.id/

Sulawesi tengah memiliki tiga rumah adat yaitu, rumah adat Tambi, rumah adat Souraja dan rumah adat Lobo. Ketiganya memiliki ciri khas yang jauh berbeda satu dengan lainnya.

Misalnya saja rumah adat Souraja sebagai tempat tinggal raja dan pusat pemerintahan kerajaan.

Pembangunannya dengan menggunakan panduan arsitektur bugis dan kaili, rumah ini memiliki bentuk panggung dengan konstruksi kayu. Luasnya 32 x 11,5 meter. Tiang pada bangunan induk berjumlah 28 buah. Sementara itu pada bagian dapur 8 buah. Atapnya berbentuk piramida segitiga, bagian depan dan belakangnya ditutup dengan papan yang dihiasi ukiran.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Sulawesi Tengah dan Penjelasannya

30. Rumah Adat Sulawesi Utara

Rumah Adat Walengko

Provinsi Sulawesi Utara memiliki rumah adat yang bernama Pewaris atau Walengko. Kata walengko berasal dari kata wale atau bale yang memiliki arti tempat tinggal. Berguna untuk berbagi kegiatan bersama dengan keluarga. Sedangkan Walengko memiliki makna pewaris. Itu artinya rumah tersebut warisan secara turun temurun.

Rumah Adat 34 Provinsi

31. Rumah Adat Maluku

Rumah Adat Baileo

Baileo merupakan rumah adat yang paling terkenal. Memiliki fungsi yang sangat penting. Bukan sebagai bangunan hunian atau tempat tinggal melainkan sebagai tempat pertemuan atau musyawarah.

Baca Selanjutnya: Inilah Beberapa Keunikan dari Rumah Adat Baileo

32. Rumah Adat Maluku Utara

Rumah Adat Sasadu

https://bobo.grid.id/

Rumah adat Sasadu berasal dari Halmahera Barat, tepatnya daerah Maluku Utara. Nama Sasadu sendiri berasal dari kata sasa yang memiliki arti besar dan tatadus yang berarti berlindung. Jadi bisa kita simpulkan sebagai rumah besar yang berguna untuk berlindung.

Tak seperti kebanyakan rumah adat lainnya yang berbentuk panggung. Rumah Sasadu ini permukaan lantainya langsung dari tanah. Bentuknya terdiri dari satu ruangan saja tanpa sekat. Tidak memiliki dinding sehingga terbuka dan yang terlihat hanya tiang-tiang penopang saja.

Baca Selanjutnya: Yuk Cari Tahu Rumah Adat Maluku dan Penjelasannya.

Rumah Adat 34 Provinsi

33. Rumah Adat Papua Barat

Rumah Adat Kaki Seribu

https://phinemo.com/

Menurut wikipedia, rumah adat tersebut mendapat julukan Kaki Seribu karena menggunakan banyak tiang penyangga. Sehingga jika kita lihat memiliki banyak kaki seperti hewan kaki seribu. Sedangkan untuk bagian atapnya terbuat dari daun jerami atau daun sagu.

Sementara untuk tiangnya menggunakan kayu. Terdiri dari kayu berukuran tinggi dan pendek. Fungsinya untuk melindungi penduduk dari serangan musuh dan ancaman ilmu hitam.

34. Rumah Adat Papua

Honai

Rumah Honai dari Papua ini memiliki bentuk bundar, atapnya terbuat dari jerami, berdinding kayu dan berpintu mungil. Struktur bangunan terdiri dari dua lantai dengan atap berbentuk kerucut. Lantai atas biasanya terdiri dari kamar-kamar dan berfungsi sebagai tempat tidur. Sedangkan lantai bawah sebagai tempat beraktivitas, tempat bersantai dan lain sebagainya.

Mengapa bentuk rumah Honai kecil? Bentuknya memang sengaja kecil dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Tujuan untuk menahan hawa dingin dari pegunungan Papua. Selain itu pada tengah-tengah rumah Honai ada tempat pembakaran api unggun yang berfungsi sebagai penghangat.

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us