Lombok, sebuah pulau yang tak hanya menyuguhkan keindahan alam tetapi juga kaya akan kebudayaan. Salah satunya adalah rumah adat suku Sasak. Suku yang mendiami pulau Lombok. Suku ini masih sangat menjungjung tinggi budaya leluhur yang memiliki ciri khas atau keunikannya tersendiri.

Dikutip dari badanbahasa.kemendikbud.go.id, ada pendapat yang mengatakan bahwa kata sasak sebenarnya berasal dari kata shah dan shaka. Kata shah berarti ‘pergi’, sedangkan shaka berarti ‘leluhur’. Jadi, kata sasak bisa kita artikan ‘pergi ke tanah leluhur’.

Bentuk dan Material Rumah Adat Suku Sasak
Atap

Bentuk atap dari rumah adat suku Sasak ini biasanya seperti gunungan. Menukik ke bawah dengan jarak sekitar 1,5 – 2 meter dari permukaan tanah.

Materialnya terbuat dari tumpukan jerami atau alang-alang yang disusun dengan ketebalan sekitar 15 cm.

Lantai

Bagian dari lantai rumah adat ini terbuat dari jerami, bambu, alang-alang, abu jerami, getah pohon kayu banten, tanah liat dan kotoran kerbau.

Campuran dari tanah liat, kotoran kerbau dan abu jerami ini akan membuat lantai menjadi keras, seperti layaknya lantai yang dibuat dengan semen.

Dinding

Untuk dindingnya, suku sasak memilih menggunakan anyaman bambu atau bedek yang ringan tetapi kokoh saat terkena guncangan.

Pintu

Pintu termasuk bagian yang unik dari rumah adat ini. Karena dibuat serendah mungkin sebagai simbol atau bentuk penghormatan kepada pemilik rumah.

Keunikan Rumah Adat

Pada ruangan dalam rumah Bale Tani terdapat dua lantai. Lantai pertama bernama Sesangkok yang digunakan khusus anak laki-laki dan orang tua. Sementara lantai dua bernama bale yang digunakan untuk anak gadis atau nantinya untuk pasangan yang telah menikah. Selain itu, di lantai dua juga bisa digunakan sebagai dapur.

Tipe-Tipe Rumah

Dikutip dari kompasiana.com dalam komplek rumah adat suku sasak terdapat beberapa tipe rumah, di antaranya:

1. Bale Tani

Tempat tinggal masyarakat Sasak yang berprofesi sebagai petani. Bale Tani terdiri dari dua ruangan yaitu, ruangan serambi (sesangkok) dan ruangan untuk kamar (dalem bale).

2. Bale Jajar

Merupakan rumah bagi orang Sasak yang golongan ekonominya menengah ke atas. Mayoritas masyarakatnya bukan petani melainkan tuan tanah atau yang memiliki modal untuk berusaha.

Baca juga: Rumah Adat Istana Dalam Loka

3. Berugaq/Sekepat

Fungsi dari berugaq yaitu untuk menerima tamu sebagaimana kebiasaan orang suku sasak. Sedangkan Sekepat digunakan untuk membahas atau menyelesaikan permasalahan seperti pencurian dan perampokan.

4. Sekenam

Memiliki fungsi hampir sama dengan Sekepat yaitu untuk menerima tamu dan membicarakan permasalahan yang ada pada masyarakat adat.

5. Bale Bonter

Bangunan tradisional Sasak yang umumnya dimiliki oleh para perkanggo atau pejabat Desa. Sebagai tempat untuk mengadukan dan menyelesaikan permasalahan masyarakat.

Hanya sebagian orang yang memiliki Bale Bonter, karena hanya orang tertentu yang menjadi pemangku adat.

6. Bale Baleq Bencingah

Digunakan untuk pelantikan pemangku adat, kerajaan, penobatan putra kerajaan, penobatan pengulu dan orang-orang yang memiliki fungsi dalam adat suku sasak.

Facebook Guideku

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us