Keraton Kasepuhan merupakan salah satu dari bangunan peninggalan kesultanan Cirebon yang masih terawat dengan baik. Seperti halnya keraton-keraton yang ada di Wilayah Cirebon.

Depan Keraton Kasepuhan terdapat alun-alun dan juga sebagai titik pusat tata letak kompleks pemerintahan keraton. Sebelah barat Keraton kasepuhan terdapat mesjid yang cukup megah hasil karya dari para wali yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Sebelah timur alun-alun dahulunya adalah tempat perekonomian yaitu pasar. Sekarang adalah pasar kasepuhan yang sangat terkenal dengan pocinya.

Model bentuk keraton menghadap ke utara dengan bangunan Masjid sebelah barat, pasar menghadap ke sebelah timur. Dan alun-alun ditengahnya merupakan model tata letak keraton pada masa itu terutama yang terletak di daerah pesisir.

Keraton ini terdiri dari 3 bagian yaitu:

1. Pintu Gerbang Utama

Terdapat dua pintu gerbang yaitu terletak pada bagian utara dan selatan. Pintu gerbang bagian utara memiliki sebutan lain kreteg Pangrawit. Sedangkan gerbang utama bagian selatan memiliki sebutan Lawangsanga yang memiliki arti pintu sembilan.

2. Bangunan Pancaratna

Bangunan ini terletak pada bagian barat keraton. Fungsinya sebagai ruang atau gedung serba guna. Selain itu, bisa juga sebagai tempat untuk menghadap para pembesar desa atau kampung dengan penerimanya Demang atau Wedana.

3. Bangunan Pangrawit

Sementara itu, bangunan Pangrawit berada pada bagian kiri depan kompleks menghadap ke arah utara. Ukurannya 8 x 8 m dan berlantai tegel. Terbuka tanpa dinding. Tiang-tiangnya berjumlah 16 buah mendukung atap sirap.

Memiliki sebutan lain Pancaniti. Berasal dari kata Panca yaitu jalan dan niti memiliki arti mata atau raja atau atasan.

Terdapat tiga macam fungsi, pertama sebagai tempat pelatihan untuk para prajurit kerajaan. Kedua sebagai tempat berteduh atau hanya sekedar beristirahat dan ketiga sebagai tempat pengadilan.

Fungsi Rumah Adat

1. Sebagai tempat barak atau pelatihan prajurit

Rumah adat Kasepuhan berdiri sebagai tempat melatih para prajurit dalam menyiagakan perang terhadap musuh kerajaan Pajajaran. Para prajurit akan dilatih. Selain untuk mempersiapkan perang juga untuk menjaga wilayah adat Kasepuhan.

2. Sebagai tempat meneduh atau beristirahat

Rumah adat Kasepuhan dapat menjadi tempat meneduh atau beristirahat bagi seseorang yang sedang melakukan perjalanan jauh. Bisa juga sebagai tempat beristirahat bagi keluarga bangsawan yang kelelahan sepanjang perjalanan.

3. Sebagai tempat pengadilan

Dalam beberapa kasus kejahatan dapat dilakukan pengadilan di rumah adat Kasepuhan. Karena, memiliki wilayah yang luas maka masyarakat dapat melihat prosesi pengadilan di sana.

Keunikan

Mengutip dari brainly.co.id ada lima keunikan yang terdapat pada rumah adat kasepuhan Cirebon. Berikut ini keunikannya:

1. Menggunakan bahan kayu jati.

2. Bentuk rumah melebar seperti panggung.

3. Memiliki fungsi serbaguna.

4. Memiliki dua jenis gerbang utama.

5. Setiap dinding diberikan hiasan berupa ukiran yang berbeda-beda.

Sumber: brainly.co.id, disparbud.jabarprov.go.id, wikipedia.

RELATED ARTICLES

Open chat
1
Contact us