Seperti kita ketahui kebudayaan Bali masih terjaga dan tetap dilestarikan sampai sekarang, termasuk rumah adat. Dari segi desain sudah pernah verdant bahas pada beberapa waktu lalu. Kini, giliran mengulik apa saja keunikan dari rumah adat bali.

Berikut ini keunikan rumah adat bali yang berhasil dirangkum verdant.

1. Letak Bangunan Terpisah

Ketika kita datang ke sana, maka akan langsung melihat keunikan dari rumah adat Bali ini. Ya, keunikan itu terlihat dari segi tata letaknya yang terpisah. Selain itu, nama dan fungsinya juga berbeda.

Konsep tata letak tersebut sudah dibuat berdasarkan kepercayaan dan diatur dalam kitab suci Weda yang dikenal oleh masyarakat Bali dengan Asta Kosala Kosali.

Terdapat aturan khusus dalam pembangunannya seperti arah, letak bangunan, dimensi pekarangan, struktur bangunan, dan konstruksi harus sesuai dengan ketentuan Agama.

Misalnya saja, harus berada di sudut utara dan timur. Karena dianggap lebih suci daripada sudut lainnya.

2. Ukiran dan Pahatan Manusia, Tumbuhan dan Binatang

Seperti kita ketahui rumah adat Bali terkenal penuh dengan hiasan dan ukiran. Mengutip dari moondoggiesmusic.com, ragam ukiran pada sisi-sisi bangunan meliputi:

a. Keketusan merupakan motif tumbuhan dengan lengkungan-lengkungan bunga besar dan daun lebar. Keketusan biasanya berada pada bidang yang luas. Terdapat bermacam-macam jenis termasuk keketusan wangsa, bunga tuwung, bun-bun dan lainnya.

b. Kekarangan yaitu pahatan dengan motif karangan seperti tumbuhan lebat dengan daun terurai ke bawah layaknya rumpun perdu.

c. Pepatran adalah hiasan motif bunga-bungaan. Contohnya patra sari yang ditempatkan pada bidang sempit layaknya tiang-tiang dan blandar. Jenis-jenis lainnya yaitu patra pid-pid, patra pal, patra samblung, patra sulur dan patra ganggong.

3. Berbentuk Segi Empat dan Segi Empat Panjang

Bentuk bangunan yang paling banyak adalah segi empat dan segi empat panjang untuk bangunan induknya. Sementara itu, untuk atapnya sebagian besar menggunakan bentuk limasan.

4. Memiliki 3 Aspek Penting (Palemahan, Pawongan, Parahiyangan)

Dalam filosofi masyarakat Bali, kedinamisan akan tercapai jika ada hubungan yang harmonis antara manusia dengan Tuhan, manusia dengan manusia lain dan manusia dengan lingkungan.

Sehingga jika akan membangun rumah harus berdasarkan tiga aspek yang terkenal dengan sebutan Tri Hita Karana. Apa saja ketiga aspek itu? Pertama, aspek pelemahan yang berarti lingkungan alamiah. Kedua, pawongan memiliki arti lingkungan sosial dan ketiga, parahyangan artinya lingkungan spiritual.

moondoggiesmusic.com, taldebrooklyn.com

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us