Selain rumah adat Bolon, Sumatera Utara juga memiliki rumah adat yang terkenal lainnya, yaitu rumah adat Karo. Rumah adat ini terkenal juga dengan sebutan rumah adat Siwaluh jabu. Waluh artinya delapan sedangkan Jabu artinya rumah. Jadi Siwaluh Jabu merupakan rumah adat Karo yang memiliki delapan ruangan dan penghuninya bisa mencapai delapan keluarga.

Rumah adat ini memiliki ciri dan bentuk yang sangat khusus. Bagian dalamnya terdapat ruangan yang besar dan tidak mempunyai kamar-kamar.

Mempunyai tinggi mencapai 2 meter membuat rumah ini ditopang dengan 16 buah kayu berukuran besar. Atapnya terbuat dari ijuk, kemudian kedua ujungnya terdapat anyaman bambu berbentuk segitiga atau dengan sebutan ayo-ayo. Pada puncak ayo-ayo terpasang kepala kerbau dengan posisi menunduk ke bawah. Hal itu mereka percaya bisa menolak bala.

dailyvoyagers.com

Dalam proses pembangunannya, rumah ini tidak memerlukan penyambungan. Pertemuan antar komponen dilakukan dengan tembusan kemudian dipantek dengan pasak atau diikat menyilang dengan ijuk untuk menjauhkan rayapan ular. Bagian bawah, yaitu kaki rumah bertopang pada satu landasan batu kali yang tertanam dengan kedalaman setengah meter. Alasnya dengan beberapa lembar sirih dan benda sejenis besi.

Baca juga: Ciri Khas Rumah Adat Lampung Nowou Sesat

Semua komponen bangunan seperti tiang, balok, kolom, pemikul lantai, konsol dan lain-lain tetap utuh seperti aslinya tanpa adanya pengolahan.

Rumah adat karo berbentuk panggung dengan dinding miring. Letaknya memanjang 10-20 m dari timur ke barat dengan pintu pada kedua arah mata angin. Posisi bangunan rumah adat karo biasanya mengikuti aliran sungai yang ada di sekitar desa.

Sumber: Wikipedia, Kebudayaan.kemdikbud.

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us