Rumah adat Limas Sumatera Selatan ini memiliki ciri atapnya berbentuk limas. Bangunan yang bertingkat-tingkat ini mengandung filosofi budaya untuk setiap tingkatannya.

Hampir seluruh bangunan rumah terbuat dari kayu. Pemilihan bahan kayu karena menyesuaikan dengan karakter kayu dan kepercayaan masyarakat Sumatera Selatan. Sehingga, kayu yang masyarakat gunakan pun merupakan kayu unggulan dan katanya hanya berasal dari daerah Sumatera Selatan.

Bagian pondasi menggunakan kayu Unglen. Kayu ini juga memiliki struktur yang kuat dan tahan terhadap air. Sementara itu, untuk bagian kerangka terbuat dari kayu Seru. Cukup langka dan sengaja tidak berguna untuk bagian bawah rumah. Mengapa demikian? karena dalam kebudayaan masyarakat kayu Seru dilarang untuk diinjak dan dilangkahi. Khusus dinding, lantai, jendela dan pintu menggunakan kayu Tembesu.

Kentalnya budaya Sumatera Selatan bisa terlihat dari seni ukiran dan ornamen pintu, dinding, maupun atap rumah Limas yang menggambarkan nilai-nilai kebudayaan setempat.

Selain bentuk limas, juga tampilannya tampak seperti rumah panggung dengan tiang-tiang yang terpancang ke dalam tanah. Karena geografis lingkungannya yang berada sekitar daerah perairan.

Tingkatan Rumah Adat Limas Sumatera Selatan

Adat yang kental sangat mendasari pembangunan rumah Limas. Tingkatan yang rumah ini ada lima ruangan yang memiliki sebutan kekijing. Hal ini menjadi simbol atas lima jenjang kehidupan bermasyarakat. Yaitu usia, jenis, bakat, pangkat dan martabat.

Rumah Limas yang terdiri dari lima tingkat ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Yuks simak ulasannya berikut ini:

1 Pagar Tenggalung

Ruangannya tidak memiliki dinding pembatas, sama seperti halnya beranda. Berfungsi sebagai tempat menerima tamu yang datang pada saat ada acara adat.

2. Jogan

Berguna sebagai tempat berkumpul khusus pria.

3. Kekijing Ketiga

Posisi lantai lebih tinggi, Kemudian ada batas dengan menggunakan penyekat. Biasanya berfungsi sebagai tempat menerima para undangan dalam suatu acara hajatan atau pesta.

4. Kekijing Keempat

Tentu saja tingkatan ini memiliki posisi lebih tinggi lagi. Orang-orang yang mengisi ruangan ini pun memiliki hubungan kekerabatan lebih dekat dan dihormati. Seperti undangan yang lebih tua, dapunto dan datuk.

5. Gegajah

Ruangan kelima ini memiliki ukuran terluas. Dalamnya terdapat ruang pangkeng, amben tetuo, dan danamben keluarga.

Amben adalah balai musyawarah. Amben tetuo sendiri sebagai tempat tuan rumah menerima tamu kehormatan serta juga sebagai tempat pelaminan pengantin dalam acara perkawinan.

Gegajah merupakan yang paling istimewa sebab memiliki kedudukan privasi yang sangat tinggi

Di Indonesia, rumah Limas banyak terdapat di daerah Sumatera Selatan. Sedangkan di Malaysia, rumah Limas dapat dijumpai di Johor, Selangor dan Terengganu.

Sumber: gosumatra.com, Indonesia.go.id

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us