Kompleks dalam rumah adat jawa barat kasepuhan Cirebon terbagi menjadi tiga yaitu, halaman pertama, halaman kedua dan ketiga. Berikut penjelasan ketiga halaman tersebut.

1. Halaman Pertama

Mande Malang Semirang, bangunan utama yang terletak pada bagian tengah dengan jumlah tiang utama 6 buah. Hal ini melambangkan rukun iman dan jika kita jumlahkan keseluruhan tiangnya berjumlah 20 buah yang melambangkan sifat-sifat Allah SWT. Bangunan ini merupakan tempat sultan melihat latihan keprajuritan atau melihat pelaksanaan hukum.

Mande Pendawa Lima, bangunan sebelah kiri bangunan utama dengan jumlah tiang penyangga 5 buah yang melambangkan rukun islam. Bangunan ini tempat para pengawal pribadi sultan.

Mande Semar Tinandu, bangunan sebelah kanan bangunan utama dengan 2 buah tiang yang melambangkan dua kalimat syahadat. Bangunan ini adalah tempat penasihat sultan dan penghulu.

Mande Pengiring, bangunan belakang bangunan utama yang merupakan tempat para pengiring sultan.

Mande karasemen, bangunan sebelah made pangiring, tempat ini merupakan tempat pengiring tetabuhan/gamelan. Bangunan inilah yang sampai sekarang masih berfungsi untuk menyembunyikan gamelan Sekaten (Gong Sekati). Gamelan ini hanya dibunyikan 2 kali dalam setahun yaitu pada saat Idul Fitri dan Idul Adha.

Baca juga: Rumah Adat Keraton Kasepuhan

2. Halaman kedua

Halaman Pengada rumah adat jawa barat kasepuhan Cirebon berukuran 37×37 m. Fusngsinya untuk memarkirkan kendaraan atau menambatkan kuda pada masa lalu. Halaman ini dahulu ada sumur untuk memberi minum kuda.

Halaman Langgar Agung berukuran 37 x 17 m, merupakan halaman terdapat bangunan Langgar Agung. Bangunan langgar agung menghadap ke arah timur.

3. Halaman Ketiga

Area utama keraton Kasepuhan merupakan area yang berisikan bangunan induk keraton Kasepuhan serta bangunan penunjang lainnya. Antara area utama keraton dengan area Langgar Agung dibatasi tembok dengan gerbang berukuran 4 x 6,5 x 4 m. Gerbang tersebut dilengkapi dua daun pintu yang terbuat dari kayu. Jika dibuka dan ditutup akan berbunyi maka disebut pintu gledegan (guntur). Dalam area keraton ini terdapat beberapa bangunan antara lain:

a. Taman Dewandaru

b. Museum Benda Kuno

c. Tugu Manunggal

d. Lunjuk

e. Sri Manganti

f. Bangunan induk keraton

Sumber: Wikipedia, lifeblogid.com.

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us