Rumah adat Julang Ngapak merupakan salah satu jenis rumah adat masyarkat Jawa Barat. Memiliki arti burung yang sedang mengepakkan sayap. Arti tersebut berasal dari kata Julang yang berarti burung dan Ngapak yang memiliki arti mengepakan sayapnya.

Rumah adat ini sama dengan rumah-rumah adat Sunda lainnya yaitu memiliki bentuk panggung dan memiliki kolong. Untuk masuk ke dalam rumah ada tangga yang memiliki sebutan golodog. Biasanya golodog ini terbuat dari kayu atau bambu dan terdiri dari tiga anak tangga saja.

Berikut ini desain dan material yang untuk membangun rumah adat Julang Ngapak

sumedangtandang.com

1. Atap

Bentuk atapnya melebar pada setiap sisi dan pada bagian atasnya berbentuk huruf “V” sehingga secara keseluruhan rumah adat ini menyerupai burung yang sedang mengepakan sayap.

Kemudian pada bagian atapnya terdapat cagak gunting atau capit hurang pada bagian bubungannya. Hal ini untuk mencegah air hujan agar tidak merembes pada bagian pertemuan antar atapnya yang terletak pada ujung atas rumah.

Atap ini terbuat dari bahan ijuk, daun rumbia atau alang-alang yang diikat pada kerangka atap yang terbuat dari bambu.

Rumah dengan atap terbuat dari ijuk identik dengan gaya arsitektur kuno atau tradisional yang banyak memiliki keunggulan dalam dunia arsitektur. Maka dari itu rumah Julang Ngapak pun memilih ijuk sebagai bahan dasar atapnya

Atap ijuk merupakan bahan serat yang sangat kuat, bahkan bisa bertahan 80 sampai 100 tahun dan tentunya kuat terhadap rayap, asam dan memiliki daya serap yang bagus untuk menyerap air atau menyerap panas.

Penutup atap yang terbuat dari daun alang-alang (tepus) atau rumbia dan ijuk kemudian diikat dengan menggunakan tali bambu (apus) ke bagian rangka atap di bagian atas.

Baca juga: Mengapa Disebut Dengan Rumah Adat Kebaya?

2. Kerangka atap

Kerangka atap rumah adat Julang Ngapak terbuat dari bahan Bambu.

3. Penopang

Sama seperti halnya kerangka atap, penopang rumah adat ini juga terbuat dari Bambu.

Dimana kita bisa menemukan rumah adat ini? Kita bisa menemukannya di daerah Tasikmalaya, kampung-kampung adat seperti kampung Dukuh, kampung Naga, Kuningan dan tempat-tempat lainnya yang berada di Jawa Barat.

Konsep desain atap rumah adat Julang Ngapak juga bisa kita lihat pada bagungan gedung ITB, sehingga terlihat unik bukan?

Sumber: Wikipedia, Romadecade.

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us