Rumah adat Joglo, merupakan rumah adat yang berasal dari provinsi Jawa Tengah. Terdiri dari empat pilar utama dan dibagi menjadi dua bagian. Ada rumah utama dan rumah tambahan.

Pada artikel lalu telah dibahas bentuk dan bagian-bagian dari rumah adat Joglo. Nah kali ini akan mengulas tentang jenis-jenisnya. Di mana jika kita lihat di wikipedia terdapat 17 jenis rumah adat Joglo.

Namun yang akan dibahas pada artikel ini 8 rumah adat Joglo. 9 rumah adat lagi nanti akan dibahas pada artikel selanjutnya. Yuks langsung saja simak saja pembahasannya

Berikut ulasan jenis-jenis rumah adat Joglo Jawa Tengah dan keterangannya:
1. Joglo Sinom (Sinom Apitan)
budayalokal.id

Bangunan ini menggunakan 36 buah tiang. Empat di antaranya adalah “Saka Guru”. Memiliki luas bangunan lebih kecil jika dibandingkan dengan jenis lainnya. Setiap bangunan jenis ini memiliki proporsi atap utama lebih tinggi dengan tiga susunan dan memiliki tiga sudut kemiringan.

Fungsi dari Joglo Sinom ini yaitu sebagai tempat untuk berdiskusi para rakyat atau petinggi desa.

2. Joglo Jompongan (Jompongan Pokok)
budayalokal.id

Rumah adat ini menggunakan dua buah pengerat dan juga mempunyai denah bujur sangkar. Dapat dikatakan rumah ini menggunakan bentuk dasar rumah Joglo.

Ciri khas terdapat pada atapnya yang bersusun dua. Mempunyai bubungan atap yang memanjang ke samping kanan dan samping kiri. Pertemuan antara kedua atap tidak dipisahkan oleh pembatas lisplank.

3. Joglo Pangwarit

Merupakan rumah Joglo yang menggunakan lambang gantung. Atapnya berbentuk kubah dari atap responden. Setiap bagian sudut Joglo Pangrawit telah dilengkapi tiang yang disebut “saka”.

4. Joglo Limas Lawakan (Joglo Lawakan)

Yaitu rumah Joglo yang menggunakan sekitar 16 batang dan 4 di antaranya adalah Saka Guru. Atapnya terdiri dari 2 susunan bubungan dengan 4 sisi.

5. Joglo Mangkurat

Joglo Mangkurat mirip dengan Joglo Pengrawit, tetapi lebih tinggi dan atapnya dihubungkan dengan atap penggap.

Atapnya terdiri dari tiga lantai. Dek bawah (teras), lantai atas, pusat penerimaan.

6. Joglo Semar Tinandhu
rumah adat Joglo Jawa Tengah dan keterangannya
prestylarasati.files.wordpress.com

Rumah adat ini diilhami dari bentuk tandu. Biasanya digunakan untuk regol atau gerbang kerajaan.

Ciri-ciri

a. Denah berbentuk persegi panjang’

b. Pondasi bebatur, tanah yang diratakan dan lebih tinggi dari tanah disekelilingnya. Diatas bebatur dipasang umpak yang sudah diberi purus wedokan. Umpak ini nantinya akan disambungkan dengan tiang saka.

c. Memakai dua saka guru sebagai tiang utama yang menyangga atap brunjung dan delapan saka penanggap yang berfungsi sebagai penyangga yang berada diluar saka guru.

7. Joglo Hageng

Rumah adat Jawa Tengah bernama Joglo hageng ini memiliki proporsisi atap utama dan juga atap kedua dibawahnya yang lebih pendek sekaligus lebih landai jika dibandingkan dengan Joglo Mangkurat atau Joglo Pangrawit.

Jenis rumah Joglo ini mempunyai bidang atap yang lebih luas. Memiliki ciri atap tritisan keliling yang luas dan bangunannya juga lebih lebar. Memiliki atap bersusun tiga yang masing-masing atapnya memiliki lisplank pada bagian ujungnya.

8. Joglo Jepara

Rumah adat ini menggambarkan kebudayaan masyarakat Jepara. Memiliki atap genteng yang disebut “Atap Wuwungan” dengan bangunan yang didominasi seni ukir empat dimensi (4D) khas Kabupaten Jepara. Perpaduan gaya dari budaya Hindu-Jawa, Islam-Arab, Tionghoa-Cina dan Eropa-Portugis. Mulai dibangun sekitar tahun 600-an Mashi dengan 95% kayu Jati asli. Joglo Jepara mirip dengan Joglo Kudus.

Ciri arsitektur bangunan ini:

a. Bahan bangunan terbuat dari kayu dengan dinding kayu berukir.

b. Memiliki 4 buah tiang di tengah bangunan.

c. Atap dari genting dan khusus kerpus memiliki motif ukiran gambar wayang.

Sumber: ilmuseni, budayalokal.id, wikipedia.

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us