Berbicara mengenai kebudayaan Sumatera Utara, rasanya tak lengkap jika belum membahas tentang rumah adat. Sebagai simbol atau identitas suatu suku keberadaanya sangatlah penting. Daerah Sumatera Utara ini misalnya banyak rumah adat yang bisa kita temukan. Antara lain rumah adat Karo, Pakpak, Mandailing, Simalungun, Nias dan Angkola. Namun yang akan dibahas kali ini adalah rumah adat Pakpak.

Rumah adat Pakpak ini memiliki bentuk yang khas dari material kayu dengan atap berbahan ijuk. Bentuk desain rumah adat ini selain sebagai wujud seni juga merupakan budaya Pakpak yang memiliki arti tersendiri.

aminama.com

Bentuk dan Arti Rumah Adat Pakpak

  1. Bubungan atap memiliki bentuk melengkung dalam bahasa daerah Pakpak-Dairi terkenal dengan sebutan “Petarik-tarik Mparas ingenken ndengel” yang artinya berani memikul resiko yang berat dalam mempertahankan adat istiadat.
  2. Tampuk bubungan yang bersimbolkan “Caban” berarti simbol kepercayaan Puan Pakpak.
  3. Tanduk Kerbau yang melekat pada bubungan atap berarti semangat kepahlawanan Puan Pakpak.
  4. Bentuk segitiga pada rumah ini artinya menggambarkan susunan adat istiadat Puan Pakpak dalam kekeluargaan yang terbagi atas tiga bagian atau unsur besar sebagai berikut: a. Senina, saudara kandung laki-laki. b. Berru, saudara kandung perempuan. dan c. Puang, kemanakan.
  5. Dua buah tiang besar sebelah muka rumah “Binangun” yang memiliki arti kerukunan rumah tangga antara suami dan istri.
  6. Satu buah balok besar yang bernama “Melmellon” yang melekat pada samping muka rumah menggambarkan kesatuan dan persatuan dalam segala bidang pekerjaan melalui musyawarah atau lebih tepatnya gotong royong.
  7. Ukiran-ukiran yang terdapat pada segitiga muka rumah bentuknya bermacam-macam corak dalam bahasa Pakpak adalah perbunga Kupkup, perbunga kembang dan perbunga pancur.
  8. Tangga rumah Pakpak biasanya terdiri dari bilangan ganjil, tiga, lima dan tujuh. menggambarkan bahwa penghuni rumah itu adalah keturunan raja (marga tanah). Sebaliknya jika memakai tangga rumah berjumlah genap menandakan bahwa penghuni rumah tersebut bukan merupakan keturunan marga tanah.

Sama halnya dengan rumah tradisional lainnya yang berasal dari daerah Sumatera Utara. Ciri khasnya terletak pada tangga rumah Pakpak selalu berjumlah ganjil, sebagai penanda bahwa yang punya rumah adalah warga asli suku tersebut.

Bangunan ini juga dilengkapi dengan ornamen khas suku Pakpak. Di bagian dalamnya berisikan kekayaan budaya setempat seperti genderang, gerantung, serunai, alat kesenian, patung dan meja.

Sumber: batak network, aminama.

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us