Rumah yang memiliki 88 tiang ini dahulunya merupakan tempat tinggal Raja Luwu. Kerajaan Luwu berasal dari daerah Sulawesi.

Bentuknya persegi empat dengan desain pintu dan jendela hampir sama panjangnya. Tujuannya agar bisa memaksimalkan sirkulasi udara pada siang hari.

Ciri khas dari rumah ini yaitu terdapat ukiran dan pahatan. Ukiran tersebur berupa bunga Prengreng yang memiliki filosofi hidup menjalar seperti sulur, yang berarti hidupnya tidak putus-putus.

Ornamen ini biasanya ditemukan pada bagian induk tangga, papan jendela dan anjong (tutup bangunan). Sementara itu, terdapat ornamen lainnya yang menjadi ciri khas yaitu terdapat pada bagian sisi kanan dan kiri rumah yang berbentuk seperti timun.

Baca juga: Rumah Adat Lobo dan Fungsinya

Pada rumah ini juga kita bisa melihat status sosial pemiliknya. Dari mana kita melihatnya? Ya, lihat dari banyaknya tingkatan pada rumah tersebut. Biasanya terdiri dari 3-5 bubungan.

Bagian-bagian rumah

1. Ruangan besar yang bisa menampung ribuan orang fungsinya untuk membicarakan masalah kerjaan dan rakyat.

2. Ruang tengah, pada ruangan ini terdapat dua kamar luas yang diyakini sebagai kamar datuk dan raja untuk beristirahat.

3. Selanjutnya yaitu dua kamar yang berukuran kecil.

Itulah sekilas terkait rumah adat Luwuk yang kami rangkum dari beberapa sumber. Semoga bermanfaat.

Badanbahasa.kemendikbud.go.id, Pariwisataindonesia.id

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us