Jika kamu berkunjung ke keraton Yogyakarta, pasti melihat rumah adat yang luas dan besar. Ya, rumah adat yang berada dilingkungan keraton itu bernama Bangsal Kencono.

Bangsal merupakan rumah adat berbentuk joglo namun ukurannya lebih luas, besar, lebar dan memiliki fungsi khusus. Desainnya memiliki halaman luas yang ditumbuhi oleh tanaman serta beberapa sangkar burung.

Terdapat ciri khas dari rumah adat Bangsal Kencono Yogyakarta, antara lain sebagai berikut:

1 Ukuran

Luas dari rumah adat ini biasanya menyesuaikan dengan kebutuhan. Akan tetapi khusus untuk Bangsal Kencono milik keraton Yogyakarta ukurannya sangat luas dan besar. Ukuran yang besar ini tentunya berfungsi untuk menampung tamu istana yang jumlahnya bisa mencapai ratusan hingga ribuan.

2. Desain dan Motif Ukiran

Desain interior dan eksterior rumah adat Bangsal Kencono ini memiliki desain berdasarkan filosofi yang selaras dengan alam. Seperti ukiran-ukiran yang bernuansa alam untuk interior dan beragam pot bunga serta sangkar burung untuk eksteriornya.

3. Fungsi

Selain sebagai ruang untuk menampung tamu istana. Bangsal ini juga sebagai pusat terselenggaranya upacara adat ataupun ritual keagamaan bagi masyarakat.

4. Susunan Bangunan

Memiliki susunan kompleks yang terbagi menjadi tiga bagian. Bagian-bagian tersebut disesuaikan dengan fungsinya.

Setelah mengetahui ciri khasnya, mari kita kenali bagian-bagian dari rumah adat ini.

Ada tiga bagian besar yaitu bagian depan, bagian inti dan bagian belakang.

1 Bagian Depan

Bagian depan bangunan terdiri dari tiga bagian yaitu gladhag pangurakan (gerbang utama), alun-alun lor dan kompleks masjid gedhe kasultanan (masjid kesultanan). Gladhag pangurakan memiliki fungsi sebagai pintu masuk ke dalam istana. Alun-alun lor berfungsi sebagai watangan, upacara grebeg, upacara sekatan dan lainnya. Sedangkan komplek masjid gedhe berfungsi sebagai tempat beribadah bagi punggawa kesultanan. Kompleks ini berada di barat alun-alun utara.

2. Bagian Inti

Bagian inti dari rumah adat ini terdiri dari tujuh bagian. Pertama, bangsal pagelaran berfungsi untuk para punggawa kesultanan menghadap sultan ketika ada upacara resmi kesultanan. Kedua, siti hinggil ler sebagai tempat pelaksanaan upacara resmi. Ketiga, kamandhungan ler berfungsi untuk mengadili perkara berat yang terancam hukuman mati.

Kemudian keempat, sri manganti sebagai tempat untuk menerima tamu-tamu penting kerajaan. Kelima, kedhaton tempat tinggal seluruh anggota kerajaan. Keenam, kemagangan memiliki fungsi sebagai tempat untuk menerima abdi dalem, tempat berlatih dan tempat diselenggarakan ujian. Ketujuh, siti hinggil kidul biasanya untuk menyaksikan pagelaran adu manusia dan harimau, tempat gladi resik upacara Grebeg, tempat berlatih bagi para prajurit wanita dan prosesi awal upacara pemakaman sulan yang wafat sebelum menuju ke Imogiri.

3. Bagian Belakang

Bagian ini terdiri dari dua bagian besar yaitu alun-alun kidul yang terletak di selatan keraton dan plengkung nirbaya yang merupakan poros utama ujung selatan keraton.

Itulah ulasan secara umum mengenai rumah adat Bangsal Kencono yang berasal dari Yogyakarta. Semoga bermanfaat

Sumber: Wikipedia, backpackerjakarta.com

RELATED ARTICLES

2 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us