Rumah adat Bubungan Tinggi atau dikenal juga dengan sebutan Ba-Bubungan Tinggi merupakan salah satu jenis rumah Baanjung. Rumah tradisional suku Banjar yang juga menjadi maskot rumah adat khas Kalimantan Selatan.

kebudayaan.kemdikbud.go.id

Mengapa dinamakan Bubungan Tinggi? Coba kita tengok dulu gambar rumahnya. Ya, kita bisa melihatnya bukan? Nama tersebut berasal dari bagian atap yang berbentuk atap pelana yang tinggi dan lancip ke atas membentuk sekitar 45 derajat.

Bagian-bagian Rumah Bubungan Tinggi
1. Palatar

Ruangan depan yang memiliki ukuran 7 x 3 meter ini memiliki fungsi sebagai tempat bersantai dan menerima tamu biasa.

Dikuip dari kebudayaan.kemendikbud.go.id kelompok ruang pelataran memiliki 3 ruang yaitu pelataran muka (surambi muka), pelataran tengah (surambi sambutan) dan pelataran dalam (lapangan pamedangan).

2. Panampik Kacil

Ruangan yang agak kecil setelah masuk melalui lawang hadapan yaitu pintu depan. Permukaan lantainya lebih tinggi daripada lantai palatar. Ambang lantai di sini disebut Watun Sambutan

3. Panampik Tengah

Ruangan ini lebih luas dari panampik kacil. Selain ukurannya yang lebih luas, lantainya juga lebih lebar dan lebih tinggi. Ambang lantai ini disebut Watun Jajakan.

Baca juga: Rumah Baloy Kalimantan Utara

4. Panampik Besar atau disebut juga Ambin Sayup

Merupakan ruang tamu utama yang menghadap dinding tengah. Permukaan lantainya lebih tinggi dari lantai sebelumnya. Penyebutan lantai ini sama dengan panampik tengah yaitu Watun Jajakan.

5. Palindangan atau Ambin Dalam

Bagian dalam yang berbatas langsung dengan penampik besar. Lantai palidangan sama tingginya dengan lantai panampik besar. Namun ada beberapa yang memiliki lantai lebih tinggi dari panampik besar. Karena dasar kedua pintu yang ada di tawing halat tidak sampai ke dasar lantai maka watun di sini disebut Watun Langkahan.

6. Panampik dalam atau Panampik bawah

Ruangan ini cukup cukup luas, memiliki permukaan lantai lebih rendah daripada lantai palindangan dan sama tingginya dengan permukaan lantai panampik tengah. Sama halnya dengan Panampik besar ambang lantai ini disebut juga Watun Jajakan.

7. Padapuran atau Padu

Bangunan yang letaknya pada bagian belakang bangunan. Permukaan lantainya lebih rendah dari panampik bawah. Ambang lantainya disebut Watun

Ragam Hias

Penerapan ragam hias pada rumah adat Bubungan Tinggi dengan metode ukir atau istilah lainnya tatah. Seperti dikutip dari artikel Wafirul Aqli terdapat tiga jenis tatah yang bisa kita lihat dalam rumah adat Bubungan Tinggi yaitu, Tatah Surut (ukiran berbentuk relief), Tatah Babuku (ukiran tiga dimensi) dan Tatah Baluang atau Bakurawang (ukiran tembus pada lembaran kayu).

Selain itu, terdapat juga tiga motif tatah yang bisa kita temui di sudut-sudut Bubungan Tinggi. Berikut ini penjelasannya:

1. Motif flora seperti Sulur-suluran, Kambang Barapun, Kambang dalam Jambangan dan Kambang Malayap. Motif flora ini memiliki kelompok-kelompok berdasarkan jenis buah-buahan, bunga-bungaan dan tanaman khusus.

2. Motif fauna misalnya Babulungan Hayam Jagau, Cacak Burung, Gigi ikan Gabur, Kumbang, Wanyi, Burung Enggang dan Naga. Penggambaran fauna dalam motif ukiran ini dilakukan secara abstrak, tidak utuh menyerupai wujud aslinya dikarenakan larangan agama.

3. Motif Kaligrafi sebagai ekspresi dari latar belakang kepercayaan yang dianut yaitu agama Islam.

Wikipedia, Kebudayaan.kemendikbud

RELATED ARTICLES

Open chat
1
Contact us