Provinsi yang terletak pada bagian timur Indonesia ini masih sarat akan adat istiadat dan kebudayaan. Salah satu kebudayaannya yang terkenal adalah rumah adat Honai, rumah adat suku Dani yang tinggal di Lembah Baliem, Kabupaten Jayawijaya. Ya, provinsi itu adalah Papua.

Rumah Honai dari Papua ini memiliki bentuk bundar, atapnya terbuat dari jerami, berdinding kayu dan berpintu mungil. Struktur bangunan terdiri dari dua lantai dengan atap berbentuk kerucut. Lantai atas biasanya terdiri dari kamar-kamar dan berfungsi sebagai tempat tidur. Sedangkan lantai bawah sebagai tempat beraktivitas, tempat bersantai dan lain sebagainya.

Mengapa bentuk rumah Honai kecil? Bentuknya memang sengaja kecil dengan tinggi sekitar 2,5 meter. Tujuan untuk menahan hawa dingin dari pegunungan Papua. Selain itu pada bagian tengah-tengah rumah Honai ada tempat pembakaran api unggun yang berfungsi sebagai penghangat.

Baca juga: Menilik Rumah Adat Suku Sasak yang Unik

Mengutip dari RomaDecade bagian paling bawah dari rumah Honai biasanya juga berguna sebagai penyimpanan mumi atau jasad yang telah diawetkan. Fungsi lainnya yaitu sebagai tempat untuk menyimpan alat-alat perang, benda-benda warisan leluhur serta simbol dari adat suku tersebut.

Adapun karakteristik dari Rumah Honai sebagai berikut:

  1. Berbentuk bulat/melingkar.
  2. Ukurannya sempit (diameter 4m-6m).
  3. Ketinggian sekitar 2,5 meter.
  4. Tidak berjendela dan ketinggian pintu sangat rendah.

Tipe-Tipe rumah adat Honai terbagi menjadi 3

  1. Untuk kaum laki-laki (Honai Laki-laki).
  2. Wanita (Ebei atau Honai Perempuan).
  3. Rumah untuk ternak juga tempat bersantai.

Fungsi bangunan

  1. Sebagai tempat tinggal.
  2. Menyimpan alat-alat perang.
  3. Mendidik dan menasehati anak-anak lelaki agar bisa menjadi orang berguna untuk masa depan.
  4. Tempat untuk merencanakan atau mengatur stategi perang agar dapat berhasil dalam pertempuran atau perang.
  5. Menyimpan alat-alat atau simbol dari adat orang Dani yang sudah ditekuni sejak dulu.

Wikipedia, Slideshare.net

RELATED ARTICLES

3 COMMENTS

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us