Berbicara rumah adat, Indonesia memiliki lebih dari 100 rumah adat yang tersebar dari Sabang sampai Merauke. Indonesia kan terdiri dari 34 provinsi tapi jumlah rumah adatnya bisa mencapai ratusan? Kok bisa? Ya, tentu saja bisa, karena dalam satu provinsi banyak yang memiliki lebih dari satu rumah adat.

Tapi tenang saja, di sini tidak akan membahas semuanya. Hanya akan merangkum 7 macam rumah adat dan daerah asalnya.

Yuk langsung saja kita bahas

1. Krong Bade (Aceh)

https://architecture.verdant.id/

Kini, rumah yang memiliki sebutan lain Rumoh Aceh ini keberadaannya sudah hampir punah. Sudah sangat jarang kita menjumpainya, karena masyarakat setempat sudah beralih menggunakan rumah tinggal modern.

Banyak sekali keunikan dari rumah ini yaitu, terdapat tangga pada bagian depan, ukiran pada dinding, pintu yang memiliki ukuran lebih pendek yaitu sekitar 120 – 150 cm dan lainnya.

Baca selanjutnya: 5 Keunikan dari Rumah adat Krong Bade

2. Sulah Nyanda (Banten)

https://architecture.verdant.id/

Rumah ini berasal dari wilayah Lebak, provinsi Banten. Lebih tepatnya merupakan tempat tinggal suku baduy. Suku ini terbagi menjadi dua yaitu Baduy dalam dan Baduy luar.

Baduy dalam masih mempertahankan adat istiadat dan tradisi dengan teguh. Sementara itu, Baduy luar sudah mulai mengikuti perkembangan zaman.

Baca selanjutnya: Sulah Nyanda, Rumah adat suku Baduy

3. Rumah Adat Mbaru Niang (Flores)

indonesia.go.id

Memiliki bentuk yang unik, jika kita lihat secara sekilas mirip dengan rumah adat Honai dari Papua. Namun tentu saja berbeda.

Bentuknya kerucut dengan struktur yang cukup tinggi mencapai 15 meter. Sementara itu, bagian atap terbuat dari daun lontar yang ditutupi oleh ijuk. Kerucut ini merupakan simbol perlindungan dan persatuan antar rakyat Wae Rebo.

Baca Selanjutnya: Bentuk dan Fungsi Rumah Adat Mbaru Niang Flores

4. Baloy (Kalimantan Utara)

https://architecture.verdant.id/

Rumah yang berasal dari Kalimantan Utara ini, bangunannya terlihat lebih modern. Karena hasil pengembangan arsitektur dayak dari rumah panjang (rumah lamin) yang dihasilkan oleh masyarakat suku tidung.

Dalam rumah Baloy terdapat enam ruangan utama (ambir) antara lain, ambir kiri (alad kait), ambir tengah (lamin bantong), ambir kanan (ulad kemagot), lamin dalom, lubung kilong dan lubung intamu.

Baca Selanjutnya: Karakteristik Baloy, Rumah Adat Kalimantan Utara

5. Rumah Adat Mekongga (Sulawesi Tenggara)

https://architecture.verdant.id/

Tak banyak referensi yang mengulas terkait dengan rumah adat ini. Berasal dari Sulawesi Tenggara atau tepatnya rumah adat suku Mekongga. Bangunannya berukuran luas, besar dan berbentuk persegi empat.

Baca selanjutnya: Rumah Adat Suku Mekongga

6. Sasadu (Maluku Utara)

https://architecture.verdant.id/

Tak seperti kebanyakan rumah adat lainnya yang berbentuk rumah panggung. Rumah Sasadu bangunannya langsung menyentuh tanah. Terdapat satu ruangan saja tanpa sekat dan dinding. Sehingga yang terlihat hanya tiang penopang saja.

Baca Selanjutnya: Yuk Cari Tahu Rumah Adat Maluku dan Penjelasannya

7. Rumah Kaki Seribu

harianpapuanews.id

Rumah yang memiliki nama Mod Aki Aksa ini biasanya ditempati oleh penduduk dari daerah pegunungan. Mengapa mendapat sebutan rumah kaki seribu, karena berbentuk rumah panggung dengan tiang yang tersebar pada seluruh bagian bawah bangunan. Seperti yang terlihat pada gambar, mirip seperti hewan kaki seribu, bukan?

Umumnya memiliki ukuran 8 x 6 meter dengan tinggi sekitar 1-1,5 meter. Jika sampai puncak tingginya bisa mencapai 4,5 -5 meter.

Itulah 7 macam rumah adat dan daerah asalnya. Semoga bisa menambah wawasan kebudayaan anda.

Indonesia.go.id, Harianpapuanews

RELATED ARTICLES

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us