Menjunjung tinggi sopan santun, itulah budaya sunda yang di kenal masyarakat Indonesia. Selain itu, di sini juga terkenal dengan rumah adatnya.

Rumah adat yang berasal dari sunda ini memiliki jenis dan nama yang berbeda-beda. Nama-nama tersebut tergantung dari bentuk atapnya. Seperti ada yang berbentuk perahu terbalik dinamakan Imah Perahu Kemureb.

Untuk lebih jelasnya kali ini verdant akan membahas rumah adat Sunda dan penjelasannya. Berikut kelima jenis rumah adat yang harus kamu tahu.

1. Rumah Adat Kasepuhan
id.wikipedia

Keraton Kasepuhan merupakan salah satu dari bangunan peninggalan kesultanan Cirebon yang masih terawat dengan baik. Seperti halnya keraton-keraton yang ada di Wilayah Cirebon.

Di depan Keraton Kasepuhan terdapat alun-alun yang juga sebagai titik pusat tata letak kompleks pemerintahan keraton. Di sebelah barat keraton terdapat mesjid yang cukup megah hasil karya dari para wali yaitu Masjid Agung Sang Cipta Rasa. Di sebelah timur alun-alun dahulunya adalah tempat perekonomian yaitu pasar. Sekarang adalah pasar kasepuhan yang sangat terkenal dengan pocinya.

Baca Selanjutnya: Menilik Rumah Adat Keraton Kasepuhan

2. Imah Perahu Kemureb

Imah Perahu Kemureb memiliki arti rumah perahu terbalik. Mengapa bisa dikatakan seperti itu? Coba kita tengok terlebih dahulu bentuk atapnya, mirip dengan bentuk perahu terbalik.

Dilihat dari segi arsitekturnya, termasuk jenis rumah adat yang rumit. Terdiri dari empat komponen utama. Berupa trapesium pada bagian depan hingga belakang. Dengan dua segitiga sama sisi pada bagian kiri dan kanan rumah.

Pada bagian atap, terdapat dua batang kayu yang memiliki fungsi sebagai penghubung antar sisi bangunan. Sehingga bentuknya mirip seperti segitiga.

Tetapi, ada kekurangan dari rumah adat ini. Dengan banyaknya sambungan pada bagian atap, akan membuat rawan terjadi kebocoran ketika musim penghujan.

3. Imah Badak Heuay

Rumah adat ini memiliki arti seekor badak yang menguap. Pemberian nama tersebut didasarkan pada bentuk atap yang tampak seperti badak. Sementara itu, bagian depannya seperti mulut badak yang sedang menguap.

Rumah adat yang masih bisa kita temukan di daerah Sukabumi ini memiliki nilai filosofis. Menggambarkan masyarakat sunda yang bersifat terbuka dan ramah pada semua orang. Hal ini terlihat dari desain kerangka serta dinding yang terbuat dari kayu dan bambu dianalogikan sebagai sikap bersahaja.

4. Imah Julang Ngapak

Rumah adat Julang Ngapak merupakan salah satu jenis rumah adat masyarkat Jawa Barat. Memiliki arti burung yang sedang mengepakkan sayap. Arti tersebut berasal dari kata Julang yang berarti burung dan Ngapak yang memiliki arti mengepakan sayapnya.

Rumah adat ini sama dengan rumah-rumah adat Sunda lainnya yaitu memiliki bentuk panggung dan memiliki kolong. Untuk masuk ke dalam rumah disediakan tangga yang disebut golodog. Biasanya golodog ini terbuat dari kayu atau bambu dan terdiri dari tiga anak tangga saja.

Baca Selanjutnya: Desain Arsitektur Rumah Adat Julang Ngapak

5. Imah Togog Anjing

Berikutnya Imah Tagog Anjing. Sama seperti Imah Perahu Kemureb dan Imah Badak Heuay, penamaannya didasarkan pada bentuk atapnya. Bentuk atap dari rumah adat ini seperti seekor anjing yang sedang duduk.

Desain atapnya memiliki dua lapis. Bagian atas berbentuk segitiga. Sementara itu, atap tambahannya terhubung dari atas lalu menjorok sedikit pada bagian depan. Atap tambahan ini dikenal juga sebagai sorondoy.

Itulah kelima jenis rumah adat Sunda dan penjelasannya. Semoga bermanfaat dan bisa meningkatkan wawasan pengetahuan

Merdeka.com

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us