Indonesia sangat luas, membentang dari Sabang sampai Merauke. Maka tak heran jika banyak sekali kebudayaan yang dihasilkan. Seperti halnya rumah adat. Tiap Provinsi pasti memilikinya, bahkan masih dalam satu provinsi ada yang memiliki lebih dari satu rumah adat.

Dalam artikel kali ini architecture.verdant.id akan mengulas 4 rumah adat dan daerah asalnya. Keempatnya berasal dari daerah yang berbeda-beda. Yuk langsung saja pada pembahasan.

1. Rumah Adat Gadang Berasal dari Sumatra Barat

Rumah adat yang memiliki sebutan lain Bagonjong ini memiliki daya tarik sendiri. Sempat tampil di balik uang koin 100 keluaran Bank Indonesia pada 1970-an silam.

Konsep rumah Gadang ini bertopang pada tiang kayu yang tidak ditanamkan ke dalam tanah. Tetapi bertumpu diatas batu datar yang kuat dan lebar. Ketinggiannya mencapai 2 meter membuat penghuninya bisa merasakan keamanan dari serangan hewan buas pada zaman dahulu.

Baca Selanjutnya: Rumah Gadang, Arsitektur Khas Minangkabau

2. Rumah Adat Sulah Nyanda dari Provinsi Banten

Suku asli dari Banten memiliki rumah adat yang bernama Sulah Nyanda. Konstruksi bagunannya merupakan rumah panggung yang proses pembuatannya menggunakan bahan yang ada di lokasi sekitar.

Bangunan ini dibuat mengikuti kontur tanah. Bagian tanah yang permukaannya miring atau tidak rata, disangga dengan tumpukan batu kali. Fungsinya sebagai tiang penyangga bangunan agar tanah tidak longsor.

Baca selanjutnya: Sulah Nyanda, Rumah Adat Suku Baduy

3. Rumah Adat Betang Kediaman Suku Dayak

Menurut beberapa sumber, rumah adat ini terdapat di berbagai penjuru Kalimantan. Terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat permukiman suku dayak.

Memiliki bentuk menyerupai panggung dan memanjang. Panjangnya bisa mencapai sekitar 150 meter dengan lebar 10-30 meter. Pada bagian bawahnya tertancap tiang kayu yang kokoh asli dari Kalimantan. Hampir semua bangunan rumah Betang terbuat dari kayu yang tergolong kuat dan tahan lama.

Baca Selanjutnya: Rumah Betang, Rumah Adat Suku Apa?

4. Rumah Adat Tongkonan suku Toraja Sulawesi Selatan

Tongkonan berasal dari kata Tongkon yang berarti “menduduki” atau “tempat duduk”. Disebut seperti itu karena pada awalnya rumah adat ini dijadikan sebagai tempat berkumpul para bangsawan Tana Toraja untuk berdiskusi.

Di setiap rumah, kamu akan menemukan kepala kerbau serta tanduk-tanduk pada tiang utama. Semakin banyak tanduk kerbau semakin tinggi derajat keluarga tersebut.

Baca Selanjutnya: Rumah Adat Tongkonan Berasal Dari Toraja

Itulah 4 rumah adat dan daerah asalnya. Semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan pengetahuan anda.

id.wikipedia.org

RELATED ARTICLES

1 COMMENT

Tinggalkan Balasan

Open chat
1
Contact us