• +62 811 2030 360
  • verdant.stu@gmail.com

Category ArchiveNusa Tenggara

Rumah Adat Istana Dalam Loka

Sumbawa, sebuah pulau yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Barat. Memiliki banyak bangunan yang bersejarah. Salah satunya adalah Istana Dalam Loka yang dibangun tahun 1885 pada zaman pemerintahan Sultan Muhammad Jalaluddin Syah III.

Konstruksi bangunan Istana Dalam Loka yang berlantai dua tidak menggunakan paku besi sama sekali melainkan menggunakan pasak kayu. Hubungan tiang dengan balok yang menunjang lantai diatasnya menggunakan sambungan sistem baji sehingga aman bila terjadi gempa bumi karena sifatnya yang lentur.

Kecuali material yang digunakan pada sambungan antara pondasi dengan tiang. Material kayu digunakan hampir pada seluruh elemen arsitektur bangunan yang berhubungan dengan konstruksi panggung, mulai dari tiang, blok, gording, usuk, reng, bahan penutup atap, lantai, dinding, tangga pintu, jendela, termasuk juga perlengkapan penunjang seperti grendel pintu.

Tiang-tiang penyangga mampu menopang tegaknya rumah yang terbagi menjadi dua ukuran besar sama besar (kembar) yang bernama Bala Rea atau Graha Besar.

Bala Rea (Graha Besar) yang terletak di dalam komplek istana Dalam Loka berbentuk rumah panggung kembar, disangga 99 tiang jati yang melambangkan 99 sifat Allah (Asma’ul Husna).

Dalam Graha Besar ini ada beberapa ruangan yang dipisahkan dengan dinding penyekat sesuai dengan fungsi dan namanya masing-masing, yaitu:

  1. Lunyuk Agung terletak di bagian depan bangunan berfungsi sebagai tempat musyawarah, resepsi atau acara pertemuan adat dan keagamaan.
  2. Lunyuk Mas terletak di sebelah Lunyuk Agung berfungsi sebagai ruangan khusus permaisuri, istri-istri menteri dan staf penting kerajaan dilangsungkan upacara adat.
  3. Ruang dalam yang terletak di sebelah barat. Ada yang hanya disekat oleh kelambu dan berfungsi sebagai tempat shalat dan di sebelah utaranya merupakan kamar tidur dayang-dayang dan permaisuri.
  4. Ruang dalam yang terletak di sebelah timur terdiri dari empat kamar. Kamar-kamar ini diperuntukan bagi putra/putri raja yang sudah menikah.
  5. Ruang sidang terletak di bagian belakang Bala Rea. Selain digunakan untuk bersidang, pada malam hari ruang ini juga dijadikan tempat tidur para dayang.
  6. Kamar mandi terletak di luar ruangan induk yang memanjang dari kamar peraduan raja hingga kamar permaisuri.
  7. Bala Bulo terletak di samping Lunyuk Mas dan terdiri dari dua lantai. Lantai pertama berfungsi sebagai tempat bermain anak-anak raja yang masih kecil dan lantai kedua berfungsi sebagai tempat menyaksikan pertunjukan di lapangan istana bagi permaisuri dan istri para bangsawan.

Wikipedia, Archiplanet

Open chat
1
Contact us
Powered by