• +62 811 2030 360
  • verdant.stu@gmail.com

Category ArchiveKalimantan

Rumah Baloy Kalimantan Utara

Sebuah provinsi yang berbatasan langsung dengan negara tetangga Malaysia. Ya provinsi itu bernama Kalimantan Utara. Provinsi termuda yang diresmikan pada tanggal 25 Oktober 2012 ini memiliki rumah adat bernama Baloy.

Rumah Baloy merupakan rumah adat yang terkenal dari Kalimantan Utara. Bentuk bangunannya terlihat modern dan modis karena hasil pengembangan arsitektur Dayak. Dari Rumah Panjang (Rumah Lamin) yang dihasilkan oleh Masyarakat suku Tidung. Suku ini merupakan suku asli di Kalimantan Utara.

Rumah Baloy dibangun menghadap ke utara, sedangkan pintu utamanya menghadap ke selatan. Baloy terbuat dari bahan dasar kayu Ulin.

Karakteristik Rumah Baloy

Dalam rumah adat Baloy terdapat empat ruang utama yang biasa disebut Ambir, yaitu:

1 Ambir Kiri (Alad Kait)

Ruangan atau tempat yang dijadikan untuk menerima masyarakat yang ingin mengadukan perkara atau membahas masalah adat.

2. Ambir Tengah (Lamin Bantong)

Tempat utama pemuka adat bersidang untuk memutuskan perkara sebuah masalah adat.

3. Ambir Kanan (Ulad Kemagot)

Bagian ini merupakan ruangan yang digunakan untuk beristirahat atau ruang untuk berdamai setelah selesainnya perkara adat.

4. Lamin Dalom

Singgasana Kepala Adat Besar Dayak Tidung.

Lubung Kilong

Sebuah bangunan ditengah kolam. Bangunan ini merupakan sebuah tempat untuk menampilkan kesenian suku Tidung, seperti Tarian Jepen.

Lubung Intamu

Di belakang Lubung Kilong ini, ada sebuah bangunan besar yang diberi nama Lubung Intamu. Tempat pertemuan masyarakat adat yang lebih besar, seperti acara pelantikan (pentabalan) pemangku adat atau untuk acara musyawarah masyarakat adat se-Kalimantan.

Ciri Khas Rumah Adat Kalimantan Timur

Baloy memiliki keunikan yang menjadi ciri khasnya yaitu menggambarkan pola hidup masyarakat Suku Tidung. Berikut ini ciri khas yang menjadi perbedaan dengan rumah adat lainnya.

1 Ukiran dengan motif kehidupan laut di bagian risplang dan bagian atap rumah. Menggambarkan bahwa masyarakat suku Tidung bermata pencaharian sebagai nelayan.

2. Ruangan di dalam rumah adat Baloy fungsinya berhubungan dengan aktivitas kehidupan sosial masyarakat. Hal ini menunjukan masyarakat suku Tidung adalah masyarakat yang memiliki jiwa sosial.

3. Rumah Baloy biasanya dibangun menghadap ke Utara dengan posisi utama menghadap ke selatan.

Sumber: Pustakaborneo.id, Situsbudaya.id.

Rumah Panjang Khas Kalimantan Barat

Rumah panjang merupakan rumah tradisional masyarakat Dayak yang berada di beberapa daerah di Kalimantan. Namun terdapat beberapa penyebutan yang berbeda. Misalnya saja Betang atau Radakng untuk daerah Kalimantan Tengah dan Kalimantan Barat. Sedangkan Balai untuk Kalimantan Selatan dan Lamin untuk Kalimantan Timur.

Pada umumnya rumah panjang yang satu dengan yang lainnya memiliki bentuk dan komponen arsitektur hampir sama. Yaitu berbentuk rumah panggung dengan tiang penyangga setinggi satu hingga dua meter.

Di dalamnya terdapat satu aula panjang dan puluhan bilik yang memanjang dibelakang aula. Ada puluhan keluarga yang tinggal di bilik-bilik tersebut. Masing-masing keluarga mendiami satu bilik.

Ciri Khas

Rumah adat ini mempunyai tinggi sekitar 5 sampai 8 meter. Tinggi tersebut tergantung dari tinggi tiang yang menopang rumah. Kemudian memiliki panjang sekitar 180 meter dan lebar 6 meter serta ruangannya ada sekitar 50 ruangan.

Untuk akses keluar masuk rumah harus menggunakan tangga atau anak tangga. Bentuk rumahnya sempit tetapi memiliki ukuran yang panjang.

Rumah panjang mempunyai ciri utama berupa rumah panggung yang terdiri atas beberapa bagian. Pada Radakng Sahapm di Kalimantan Barat, komponen horizontalnya sebagai berikut:

1 Tangga naik (tanga nai’) yaitu berupa tangga dari kayu atau batang pohon bulat sepanjang dua sampai tiga meter. Biasanya satu rumah panjang mempunyai dua buah tangga naik yang terletak di sebelah kiri dan kanan, tetapi ada juga yang hanya mempunyai satu tangga yang diletakan di tengah-tengah.

2. Pante atau serambi, terdepan dengan lantai kayu yang terbuka (tanpa atap) biasanya letaknya lebih rendah daripada serambi yang sebenarnya.

3. Serambi (serambi depan yang lebih tinggi dari pante).

4. Sami’atau aula adalah satu ruangan luas semacam aula yang memanjang di depan deretan puluhan bilik-bilik. Memiliki fungsi sebagai jalan keluar masuk ke bilik, tempat rapat, tempat menyelenggarakan pesta adat dan tempat tidur bagi tamu yang menginap.

5. Kamar keluarga atau bilik.

6. Dapur.

7. Jungkar merupakan ruangan tambahan di belakang masing-masing dengan atap menyambung atap rumah panjang. Biasanya terdiri atas dapur, tempat cuci piring, tungku perapian, dan tempat menyimpan padi yang disebut jurokng.

Bentuk rumah

Terdiri dari beberapa bagian yaitu teras (pante), ruang tamu (samik) dan ruang keluarga. Dalam ruang tamu terdapat sebuah meja yang disebut pane yang berfungsi sebagai tempat berbicara atau menerima tamu. Ruang keluarga adalah ruang sederhana yang mempunyai panjang 6 meter dan lebar 6 meter. Dan pada bagian belakang digunakan sebagai tempat dapur keluarga.

Fungsi Rumah

Digunakan sebagai tempat tinggal beberapa keluarga. Akan tetapi selain untuk rumah tinggal berfungsi juga untuk menghindari serangan binatang buas. Dari tingginya lah bisa menjaga keselamatan keluarga dari serangan suku-suku lain dalam masyarakat Dayak. Di sini juga sering digunakan untuk kegiatan-kegiatan masyarakat seperti rapat atau pertemuan-pertemuan serta upacara-upacara adat.

Sumber: researchgate.net Wikipedia,

https://www.nesabamedia.com/wp-content/uploads/2019/10/Rumah-Adat-Kalimantan-Timur-680x350.jpg

Mengenal Bentuk dan Ciri Khas Rumah Adat Lamin

Rumah adat yang berasal dari Kalimantan Timur ini, Lamin namanya. Dikenal sebagai rumah suku Dayak berbentuk panggung yang panjang. Sambung menyambung dan memiliki banyak kamar.

Bentuk rumah

Memiliki bentuk persegi panjang dan bagian atap berbentuk seperti pelana. Panjangnya sekitar 300 meter dengan lebar 15 meter serta tingginya kurang lebih 3 meter.

Biasanya terbuat dari kayu ulin atau kayu besi yang kuat dan terkenal tahan lama. Rumah yang menjadi identitas masyarakat Dayak ini dapat dihuni oleh beberapa keluarga yaitu sekitar 25 sampai 30 kepala keluarga.

Selain itu, rumah Lamin juga dibangun dengan menggunakan beberapa tiang penyangga untuk menopang rumah. Tiang penyangga ini terbagi menjadi dua bagian. Ada tiang inti dan tiang penyangga lainnya. Tiang inti adalah tiang yang menyangga atap sedangkan tiang penyangga lainnya untuk menopang lantai-lantai rumah.

Ciri Khas

Rumah Lamin memiliki beberapa ciri khas yang mudah untuk dikenali.

1 Banyak ditemukan ukiran-ukiran atau gambar yang mempunyai makna bagi masyarakat Dayak di Kalimantan Timur.

Fungsi dari ukirannya adalah untuk menjaga keluarga yang hidup dalam rumah dari bahaya. Maksud bahaya di sini adalah ilmu-ilmu hitam yang umumnya ada di masyarakat Dayak.

2. Kuning dan hitam merupakan warna khas yang dipakai untuk menghias badan rumah. Namun tak hanya dua warna itu yang digunakan, tetapi yang pastinya setiap warna yang dipakai untuk menghias mempunyai makna tersendiri.

Warna kuning melambangkan kewibawaan, warna merah melambangkan keberanian, warna biru melambangkan kesetiaan dan warna putih melambangkan kebersihan jiwa.

Material Pembuat Rumah Lamin

Rumah Lamin terbuat dari kayu ulin. Kayu ini dikenal oleh masyarakat Dayak dengan sebutan kayu besi. Konon, apabila terkena air maka akan semakin keras. Hal ini terbukti dari lamanya usia rumah Lamin yang terbuat dari kayu ulin.

Bagian-bagian rumah

Rumah terbagi menjadi tiga ruangan yaitu ruangan dapur, ruang tidur dan ruang tamu.

Ruang tidur terletak berderet dan pada umumnya dimiliki oleh masing-masing keluarga yang tinggal di dalam rumah tersebut. Tetapi ruangannya juga dibedakan antara ruang tidur laki-laki dan perempuan, kecuali jika laki-laki dan perempuan tersebut sudah menikah bisa disatukan.

Ruang tamu digunakan untuk menerima tamu dan juga untuk pertemuan adat. Bentuknya berupa ruangan kosong yang panjang.

Wikipedia, belajar.kemendikbud.go.id

Rumah Betang, Rumah yang Bisa Menampung Sekitar 150 Orang

Suku dayak merupakan salah satu suku yang ada di Indonesia, tepatnya mendiami wilayah Kalimantan. Suku ini memiliki keunikan dari segi etnik dan budayanya. Selain itu, dikenal juga sebagai suku yang memiliki warisan magis yang kuat.

Berbicara mengenai etnik dan budayanya, suku Dayak memiliki rumah adat yang khas bernama rumah Betang. Terdapat di berbagai penjuru Kalimantan, terutama di daerah hulu sungai yang biasanya menjadi pusat permukiman suku dayak.

Memiliki bentuk menyerupai panggung dan memanjang. Panjangnya bisa mencapai 150 meter. Lebarnya dapat mencapai sekitar 10-30 meter. Di bawahnya tertancap tiang kayu yang kokoh asli dari Kalimantan dengan tinggi kayu rata-rata 5 meter. Hampir semua bangunan Rumah Betang terbuat dari kayu yang kuat dan tergolong tahan lama atau tidak akan mudah rapuh.

Menurut situs travel.tempo.co, rumah Betang mampu menampung sekitar 150 orang atau 5-30 kepala keluarga lebih. Bisa kamu banyangkan hidup dalam satu atap membuat mereka terus dapat berkomunikasi dan menjaga tali kekerabatan. Bahkan saling melindungi serta saling membantu dalam hal apapun seperti ekonomi, pekerjaan dan lain sebagainya.

Pada umumnya rumah Betang Suku Dayak dibuat hulunya menghadap timur dan hilirnya menghadap barat. Ini merupakan sebuah symbol bagi masyarakat dayak. Hulu yang menghadap timur atau matahari terbit memiliki filosofi kerja keras yaitu bekerja sedini mungkin. Sedangkan hilir yang menghadap barat atau matahari terbenam memiliki filosofi tidak akan pulang atau berhenti bekerja sebelum matahari terbenam.

Bagian-bagian rumah Betang

Berikut merupakan bagian-bagian dari rumah Batang Suku Dayak.

1 Sado

Pelataran yang merupakan jalur lalu lalang penghuni rumah atau tempat melakukan aktifitas seperti tempat musyawarah adat, tempat menganyam, tempat menumbuk padi dan lainnya.

2. Padong

Merupakan ruang keluarga berdimensi antara 4×6 meter. Biasanya masing-masing kepala keluarga memiliki satu padong yang digunakan untuk berkumpul makan, minum, menerima tamu dan lain-lain.

3. Bilik

Ruangan ini digunakan sebagai tempat tidur. Bilik hanya dipisahkan dengan kelambu saja, baik bilik suami istri, bilik anak laki-laki maupun bilik anak perempuan.

4. Dapur

Dalam satu rumah memiliki satu dapur. Posisinya harus menghadap aliran sungai, menurut mitos agar mendapat rezeki.

5. Tangga

Tangga dalam rumah harus berjumlah ganjil. Tetapi umumnya berjumlah 3 yaitu berada di ujung kiri dan kanan. Satu lagi di depan sebagai penanda atau ungkapan rasa solidaritas. Menurut mitos tergantung ukuran rumah, semakin besar ukuran rumah maka semakin banyak tangga.

6. Pante

Lantai tempat menjemur padi, pakaian, untuk mengadakan upacara adat lainnya. Posisinya berada didepan bagian luar atap yang menjorok ke luar. Lantai pante terbuat dari bahan bambu, belahan batang pinang, kayu bulatan sebesar pergelangan tangan atau dari batang papan.

7. Serambi

Pintu masuk rumah setelah melewati pante yang jumlahnya sesuai dengan jumlah kepala keluarga. Di depan serambi ini apabila ada upacara adat kampung dipasang tanda khusus seperti sebatang bambu yang kulitnya diarit halus menyerupai jumbai-jumbai ruas demi ruas.

8. Sami

Ruang tamu sebagai tempat menyelenggarakan kegiatan warga yang memerlukan.

9. Jungkar

Merupakan ruangan tambahan di bagian belakang bilik keluarga masing-masing yang atapnya menyambung atap rumah panjang atau adakalanya bumbung atap berdiri sendiri tapi masih merupakan bagian dari rumah panjang.

10. Bagian tengah rumah biasanya dihuni oleh tetua adat.

11. Dinding dan tiangnya memiliki ukiran yang mengandung falsafah hidup suku dayak.

12. Pada bagian halamannya terdapat Totem atau patung pemujaan.

travel.tempo.co getborneo, wikipedia.

Open chat
1
Contact us
Powered by